Dylan, dan Kantong Kebudayaan Daerah

Dylan Hasiholan, Sekjen PKNU. (LH)
Dylan Hasiholan, Sekjen PKNU. (LH)

Jakarta, Akuratnews.com - Dheyna Hasiholan atau yang akrab dipanggil Dylan, politisi yang aktif didunia teater sejak kuliah di Universitas Indonesia, ingin membangun kantong-kantong budaya di daerah.

Menurutnya, kantong-kantong tersebut bisa menjadi oase sekaligus tempat berkumpu para pegiat seni dan menjalin silaturahmi. Hingga akhirnya bisa melahirkan kegiatan-kegiatan seni secara rutin. Awalnya, Dylan akan membangun pusat-pusat kesenian di sekitar Purbalingga, Kebumen dan Banjarnegara.

Untuk lebih menyemarakkan tempat tersebut, Dylan ingin menambah dengan hadirnya kedai kopi. Kopi yang identik sebagai minuman para pegiat seni dipilih karena banyak digandrungi para seniman.

Meski kini aktif didunia Politik, namun latar belakang didunia teater sejak masih kuliah membuatnya bisa betah berdiskusi dan membangun jaringan. Tak heran perhatiannya akan dunia teater sangat besar.

Ide tersebut bukan barang baru bagi Dylan. Pada masa ‘90an, Dylan pernah membuat warnet dengan harga sewa sangat murah. Sejak awal warnet itu memang tidak untuk berbisnis, namun memang sengaja untuk tempat berkumpul, dan memang warnet itu tak pernah sepi.

Tak hanya itu Dylan dan beberapa teman juga membuat sebuah komunitas unik yang dinamakan Cak Tarno Institut.  Ini adalah komunitas yang ada di penjual buku bernama Cak Tarno, dan kegiatan komunitas adalah ' menguji' skripsi anggota komunitas dengan diskusi secara bebas. Jika skripsi yang diuji itu 'lulus', maka kemungkinan besar juga akan lulus dalam ujian sebenarnya. Komunitas ini pun sudah 'menghasilkan' sekitar 30 doktor dan banyak lagi lulusan S1 di UI.

Suami Nur Komala Dewi, yang dikaruniakan 7 orang anak ini juga cukup aktif di berbagai organisasi mahasiswa di UI seperti Senat Mahasiswa, Koperasi Mahadiswa, Resimen Mahasiswa dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia. Setelah lulus, Dylan kemudian aktif di ormas Poros Indonesia dan PP GP Ansor, kemudian dilanjutkan aktif di dunia politik dengan di PDI, PDIP, PNBK kemudian menjadi Tim Nasional Kampanye PKB, hingga kemudian menjabat wakil Sekjen PKNU.

Penulis:

Baca Juga