Earth Hour 2021 Dipusatkan di Bandung, Dilaksanakan Secara Daring

Foto: (Istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Gerakan Earth Hour 2021 yang ditandai aksi mematikan lampu dan peralatan elektronik selama 60 menit bakal diperingati di 32 Kabupaten/Kota di wilayah Indonesia.

Gerakan Earth Hour yang diinisiasi oleh Yayasan WWF Indonesia dan Komunitas Earth Hour merupakan simbol kepedulian dan persatuan, dalam menjaga masa depan keanekaragaman hayati, sebagai kekayaan bangsa, melalui pesan Unity in Biodiversity.

Selain mematikan listrik selama sejam, gerakan ini mengandung pesan agar masyarakat senantiasa membiasakan diri bergaya hidup ramah lingkungan, secara berkelanjutan.

"Tahun ini Earth Hour di dunia sudah diikuti oleh 190 negara dan di Indonesia ada 32 kota, kabupaten dan provinsi yang akan berpartisipasi dan diikuti oleh 2.000 volunteer aktif di seluruh Indonesia. Perayaan Earth Hour akan dipusatkan di Bandung," kata CEO Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Dicky Simorangkir dalam konferensi pers virtual, pada Jumat 26 Maret 2021.

Peringatan Gerakan Earth Hour 2021 yang masih dibayangi oleh pandemi Covid-19 merupakan pembelajaran bahwa manusia bergantung pada alam.

Dicky mengatakan, pandemi yang terjadi sejak 2020 dan serangkaian bencana alam menyadarkan, manusia akan menanggung konsekuensi dan dampak atas segala perubahan yang terjadi pada alam, baik dalam hal sosial, ekonomi, ekologi maupun kesehatan.

"Inilah saatnya bagi kita untuk menjaga Bumi kita dan keanekaragaman hayatinya serta memastikan bahwa sumber daya tersebut berkelanjutan sampai dengan generasi penerus kita nantinya," ujarnya.

Dicky menegaskan, tahun ini penting bagi bumi, sebab para pemimpin politik akan mengambil keputusan terkait perubahan dan pelestarian iklim. Untuk itu ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam Earth Hour.

Sekedar diketahui, momen Earth Hour itu akan dilaksanakan secara daring selama 360 menit di kanal media sosial Earth Hour Indonesia, dan terhubung dengan masyarakat di berbagai belahan Bumi yang berbeda.

Penulis:

Baca Juga