Edy Rahmayadi Pastikan Pimpin PSSI Hingga 2020

Medan, Akuratnews.com - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi memastikan bahwa dia tidak akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum induk organisasi sepak bola di Indonesia ini hingga berakhir periode kepengurusannya 2020 mendatang.

Meski diakuinya banyak tekanan yang memintanya mundur, Edy kukuh bertahan karena dia ingin PSSI dapat mencapai cita-citanya. Salah satunya adalah menargetkan Indonesia hingga ke piala dunia. Karena itu dia sudah menyiapkan program hingga tahun 2045.

"Saya cinta dengan PSSI dan saya menjadi Ketua Umum PSSI memulainya dari nol. Jadi berbagai upaya agar saya mundur sebagai Ketua Umum PSSI tidak akan saya tanggapi. Saya akan memperjuangkan prestasi PSSI untuk bangsa dan rakyat ini" tegas Edy.

Ini disampaikan Edy Rahmayadi saat temu ramah dengan insan pers di Medan, Sumatera Utara, Rabu (5/12/2018).

Dalam paparannya Edy menjelaskan situasi dan kondisi persepakbolaan nasional saat ini dan program capaian prestasi PSSI hingga 2045 mendatang.

Edy menyampaikan perbandingan antara lain mengenai jumlah pemain bola, jumlah pelatih berlisensi AFC, jumlah wasit berlusensi FIFA, hingga jumlah stadion berstandar FIFA.

Disebutkannya, dari data tahun 2016, Belanda memiliki pemain sepakbola sebanyak 1,2 juta pemain dari 16,7 juta penduduknya. Spanyol memiliki 4,1 juta pemain dari 46,8 juta penduduknya. Begitu juga Jerman 6,3 juta pemain dari 80,7 jiwa penduduknya.

Selanjutnya Thailand dengan 1,3 juta pemain dari 64,6 juta penduduknya, Malaysia 580ribu dari 24,4 juta penduduknya, Singapura dengan 190ribu pemain dari 4,5 juta penduduknya. Sedangkan Indonesia hanya 67ribu pemain dari 250 juta penduduknya.

Terkait dengan pelatih, Edy juga memaparkan jumlah pelatih berlisensi AFC yakni Spanyol memiliki 22.000 pelatih, Jerman 28.668 pelatih, Thailand 1.100 pelatih, Malaysia 1.810 pelatih, Singapura 170 pelatih, sedangkan Indonesua 197 pelatih.

Sementara jumlah wasit Spanyol 47 wasit, Jerman 43 wasit, Belanda 41 wasit, Thailand 19 wasit, Malaysia. 26 wasit, Singapura 15 wasit, Vietnan 19 wasit dan Indonesia hanya 5 wasit dan yang aktif hanya tinggal 2 wasit.

Untuk jumlah stadion standar FIFA Spanyol ada 109 stadion, Belanda 45 stadion dan 1.450 lapangan artifisial (umput sintetis-red), Jerman 42 stadion dan 1.000 lapangan artifisial, Singapura 21 stadion , sedangkan Indoblbesia hanya ada 2 stadion.

Dari paparan tersebut, Edy menyebutkan solusi naturalisasi untuk mengejar jumlah pemain di tahun 2018 hingga 2045.

"Namun masalah anggaran yg dibutuhkan sangat besar. Kita tidak punya dana besar tersebut. Pemain membutuhkan kesejahteraan termasuk kebutuhan kesejahteraan, gizinya, lapangan maupun infrastruktur" jelas Edy.

Diakhir paparannya, Edy berkeinginan untuk memperjuangkan hingga sepakbola nasional berprestasi dan minta masyarakat termasuk insan pers untuk mendukung program PSSI.

"Salah satu cita cita kita membangun stadion bertaraf internasional di Sumatera Utara. Saat ini sedang dalam proses pengadaan lahan dan lokasinya" ujar Edy.

Hadir juga Sekjen PSSI Ratu Tisha yang memaparkan capaian prestasi sepak bola nasional saat ini dikancah AFF, AFC maupun Asian Games.

Tampak hadir dalam acara Ketua KONI Sumut, Kadispora Sumut, PWI Sumut, serta para insan pers baik lokal maupun nasional yang ada di Sumatera Utara. (HSP)

Penulis:

Baca Juga