Bursa

Ekonomi AS Melemah, Dow Jones Naik-Turun, Hati-Hati

Bursa saham jatuh akibat aksi jual besar-besaran.
Bursa saham jatuh akibat aksi jual besar-besaran.

Jakarta, Akuratnews.com - Bursa saham AS bergerak naik, dimana indek Dow Jones sempat berfluktuasi di area netral untuk berhati-hati menghadapi rilis pertumbuhan ekonomi per kwartalan. Melemahnya ekonomi domestik AS sebagaimana tercermin dari data PDB AS terkini yang direvisi, mengalami penurunan. Ekonomi AS melambat lebih dari yang dilaporkan sebelumnya pada kuartal terakhir, mengirimkan sinyal kuat bahwa pemulihan yang diilhami Trump kehilangan momentum.

Disisi lain, pasar menunggu perkembangan terkini dari perundingan AS – China dalam sengketa perdagangannya, hal ini sedikit membebani meski muncul keyakinan akan tercapainya resolusi dari konsesi yang terjadi. Indeks Dow Jones ditutup naik 91,87 poin, atau 0,4%, pada 25.717,47.

Bursa saham Hong Kong sempat bangkit dari kerugian dan menutup perdagangan dengan kenaikan karena harapan hasil positif dari pembicaraan perdagangan AS-China. Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dan China telah membuat kemajuan di semua bidang yang dibahas dalam pembicaraan perdagangan. Salah satunya adalah yang belum pernah terjadi sebelumnya mengenai masalah sensitif transfer teknologi secara paksa. Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin tiba di Beijing untuk perundingan putaran terbaru dimulai Kamis.

Penurunan imbal hasil Obligasi AS masih menimbulkan kekhawatiran investor akan munculnya resesi. Hang Seng lebih banyak berfluktuasi di wilayah negatif, dengan jatuhnya yields obligasi 10-tahun di AS memberi kekhawatiran bahwa inversi kurva yields Treasury AS dapat menandakan resesi. Indeks Hang Seng naik 0,16 persen.

Indek Nikkei Jepang tergelincir turun 1,6 persen karena penurunan imbal hasil Obligasi AS memicu kekhawatiran ancaman resesi dan penurunan yang mendalam secara global, membuat ‘pukulan’ baru pada saham eksportir. Biasanya saham eksportir terkena aksi jual karena penguatan yen Jepang. Dolar AS tergelincir 0,4 persen menjadi 110,09 yen. Aksi jual tertahan setelah Nikkei menembus level psikologis di 21000.

Sementara dalam perdagangan di bursa saham Seoul, Korea Selatan juga berakhir turun. Investor berhati-hati atas kekhawatiran pertumbuhan global. KOSPI turun 0,82 %, menjadi 2.128,10 poin, memperpanjang kerugiannya hingga hari kedua.

Pada perdagangan mata uang, Dolar AS menguat dengan keuntungan penting terhadap EUR, yang jatuh ke 1,1250, dan GBP, yang merosot 1,2%, jatuh dari 1,3200 ke 1,3035 karena pukulan Brexit. Greenback terus didukung oleh lingkungan yang berusaha menghindari resiko.

Aksi Risk-Off terlihat khususnya di pasar negara berkembang selama dua hari terakhir. Terlebih dengan menguatnya kembali imbal hasil obligasi AS dari posisi terendah bulanan membantu penguatan dolar AS pada perdagangan di hari Kamis.

Disisi lain, data ekonomi yang dirilis hari ini menunjukkan angka CPI flash Jerman lebih lemah dari perkiraan sehingga memberikan sentiment negatif bagi Euro. Sementara data ekonomi AS menunjukkan pembacaan PDB di kwartal empat berada di 2,2% di bawah 2,6% dari perkiraan sebelumnya. Data lainnya menunjukkan bahwa penjualan rumah yang tertunda turun 1% pada Februari. Angka-angka ini secara konsisten masih menunjukkan bahwa ekonomi AS terus menunjukkan perlambatan pertumbuhan.

Pasangan mata uang EURUSD menyentuh level terrendah harian di 1,1212, yang merupakan level terendah sejak 8 Maret. Selama sesi AS melambung sedikit ke atas, tetapi pemulihan dibatasi di bawah 1,1240.

Sementara GBP dalam perdagangan GBPUSD masih terkunci di kisaran 1,3000 - 1,3300. Dimana pasar global akan kesulitan untuk mengabaikan penurunan PDB di bawah 1,3000 yang berkelanjutan dalam waktu dekat ini. GBPUSD terus bergerak turun dan mencapai level terendahnya di 1,3033, dimana Parlemen Inggris akan melakukan voting besok untuk kesepakatan Brexit. Pound melemah di seluruh papan perdagangan setelah terkonfirmasi mencapai level terendah baru.

Pasangan AUDUSD menghapus semua kenaikan awal ke level di atas level kritis 0,7100 dan berpindah ke area bawah perdagangan hariannya. AUDUSD gagal memanfaatkan upaya rebound dan terkoreksi dari level tinggi di 0,7106 di tengah meningkatnya permintaan dolar AS, berkat rebound moderat dalam yields obligasi Treasury AS.

Pasar global sekarang menunjukkan beberapa tanda-tanda awal stabilitas, dan investor sekarang menunggu detail lebih lanjut tentang kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China untuk mendapatkan beberapa dorongan yang berarti. Sementara dalam perdagangan USDJPY, Dolar lebih unggul dengan naik ke level tertinggi di 110,83 sebelum memasuki fase konsolidasi di 110-an. Naiknya yields obligasi AS memicu kenaikan USDJPY hari ini.

Harga emas turun untuk ketiga hari berturut-turut, menetapkan logam mulia untuk penutupan pertama di bawah harga kritis $ 1.300 dalam dua minggu ini. Penguatan dolar AS membantu mengurangi permintaan akan emas.Terpantau adanya aksi jual yang tidak selalu digerakkan oleh keuntungan.

Pada hari Rabu, terpantau ada “order jual besar-besaran menghantam pasar pada satu waktu, sekitar 7.000 kontrak di Comex, tetapi itu hanya mampu menurunkan harga sekitar $ 5. Tetapi pada Kamis pagi, terpantau satu lagi serangan jual yang hebat, dan kali ini harga emas didorong hingga menyentuh harga pesanan jual sehingga mempercepat penurunan. (HQM)

Penulis: Lukman Haqeem

Baca Juga