Eks Wakil Ketua KPI Idy Muzayyad: Kisruh TVRI Jangan Korbankan Publik

Kekisruhan yang terjadi di Lembaga Penyiaran Publik TVRI pasca pencopotan Helmy Yahya dari kursi Dirut oleh Dewan Pengawas TVRI semakin luas hingga berdampak negatif bagi publik.

Jakarta, Akuratnews.com - Langkah dan upaya Dewan Pengawas TVRI mencopot Helmy Yahya dari kursi Direktur Utama TVRI disayangkan sejumlah pihak dan kalangan intelektual, termasuk Idy Muzayyad.

Menurut Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Periode 2013-2016 itu, pencopotan Helmy Yahya oleh Dewan Pengawas TVRI merupakan langkah mundur di tengah lembaga penyiaran publik tersebut tengah naik posisinya di mata pemirsa.

"Berdasarkan data terbaru audience share dari sebuah lembaga kredibel yang saya dapat, TVRI menempati urutan kesembilan di banding 15 kompetitor TV swasta lain, dari sebelumnya selalu berada di papan bawah alias urutan buncit," papar Idy yang juga founder dan Direktur Lingkar Informasi Media dan Analisa Sosial (LIMAS) dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu (22/1/2020).

Idy menilai bagaimanapun Helmy Yahya telah berhasil menjadikan TVRI naik kelas karena munculnya program bermutu dan kompetitif yang mulai disukai publik.

Ia berharap ada langkah mediasi agar kedua pihak bisa menemukan titik temu demi kebaikan TVRI ke depan yang lebih bersinar lagi.

"Komisi I DPR RI juga perlu turun tangan, agar kasus ini tidak mengorbankan TVRI yang notabene milik publik. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena akan merugikan semua pihak," tuturnya.

Idy menambahkan jangan sampai publik memiliki penilaian minor terkait adanya persaingan yang tidak sehat antar stasiun televisi.

"Jangan sampai masyarakat menilai justru TVRI menjadi korban pembusukan dari dalam, di tengah tv swasta yang merasa gerah dengan naik daunnya TVRI," pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga