Eksponen Partai Bulan Bintang tetap Dukung Prabowo-Sandi

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Jakarta, Akuratnews.com - Eksponen Bulan Bintang yang terdiri dari 4 Wakil Ketua Umum, lebih dari 8 Ketua Bidang dan beberapa Wakil Sekjen memberikan dukungan kepada pasangan Capres Prabowo dan Cawapres Sandiaga Uno.

Partai Bulan Bintang (PBB) tetap mendukung keputusan Ijtima Ulama yang mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan mengucapkan selamat kepada Sandiaga Uno yang terpilih menjadi cawapres mendampingi Prabowo.

Hal ini diungkapkan oleh Eksponen Bulan Bintang yang menyakini pasangan Prabowo-Sandi merupakan pasangan presiden dan wakil presiden yang lengkap untuk Indonesia antara Jawa-Luar Jawa, Militer-Sipil dan Tegas-Santun.

Ketua Bidang Bisnis dan Koperasi PBB, Andi Darwis menjelaskan alasan Eksponen PBB tetap memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandi. Pertama,
aspirasi para pengurus, kader dan simpatisan PBB seluruh Indonesia begitu luar biasa meski PBB tidak memenuhi syarat untuk menjadi partai pengusung.

"Jadi dukungan yang diberikan “Eksponen Bulan Bintang” ini bentuknya sebagai “pendukung”, bukan “pengusung” sebab UU tidak memungkinkan PBB sebagai pengusung karena PBB tidak memiliki kursi 20 persen di DPR RI dan juga tidak memiliki suara sah nasional 25 persen", jelas Andi melalui pesan singkat kepada Akuratnews.com, Sabtu (11/8/2018).

Alasan kedua, PBB sebagai Partai Politik Islam tentu mempunyai pilihan politik yang jelas dan tentu mendukung figur Capres yang didukung oleh para Ulama.

"PBB tidak ingin melawan “arus bawah” para kader dan simpatisan PBB dan tidak ingin melawan “arus atas”, dimana hasil keputusan para Ulama, apalagi Ihtijma Ulama itu sendiri dihadiri oleh Ketua Umum DPP PBB Prof. Yusril Ihza Mahendra", tukasnya.

Dalam pandangan Eksponen Bulan Bintang, PBB sebagai partai harus memihak tidak boleh abstain ataupun netral. Ia juga mengatakan Partai Politik yang abstain dalam Pilpres 2019 berpotensi ditinggalkan oleh para pendukungnya dan ini tidak diinginkan Eksponen PBB.

"Partai Politik tidak mengenal istilah abstain, kalau ormas barangkali memungkinkan", tambah Andi.

Terakhir, dalam keterangannya Andi menjelaskan, dalam berpolitik PBB tidak menggunakan politik “transaksional” tapi menggunakan cara yang “rasional”.

"Cukup PBB melihat secara “rasional” kemana para Ulama menetapkan pilihannya dan PBB cukup membuka “platform perjuangan PBB” yang tertuang dalam AD/ART yang memang memperjuangkan keberpihakan kepada umat", ujarnya. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga