Enam Perusahaan Investasi Bodong di Tutup OJK

Jakarta, Akuratnews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Perhimpunan Dana Masyarakat dan Pengelola Investasi (Satgas Waspada Investasi) resmi menutup enam perusahaan investasi tanpa izin usaha jelas dari otoritas mana pun.

Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK sekaligus Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan, penutupan enam perusahaan tersebut menambah panjang daftar perusahaan yang tak layak beroperasi menurut OJK di setidaknya setahun belakangan.

“Selama 2017, sudah 19 perusahaan yang kami temukan dan kami tutup,” ujar Tobing dalam keterangan resmi, Minggu (2/6/17). Penyidikan sendiri dilakukan Satgas Waspada Investasi setelah adanya laporan dari media cetak, elektronik sampai media sosial.

Secara rinci, Tobing memaparkan, enam perusahaan ditutup lantaran tak memiliki domisili, alamat situs perusahaan, dan struktur kepengurusan yang tidak diketahui serta tak berizin.

Terlebih, kegiatannya berbentuk penghimpunan dana masyarakat yang tak sesuai ketentuan, sehingga berpotensi besar merugikan masyarakat. Hanya saja, Tobing tak menjelaskan berapa potensi kerugian yang ditimbulkan oleh perusahaan investasi ‘bodong’ tersebut.

Bersamaan dengan penutupan enam perusahaan investasi ‘bodong’ ini, Tobing menghimbau agar masyarakat turut mengawasi jika mereka terbukti masih melakukan usaha investasi. OJK juga mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dan hati-hati memiliki perusahaan investasi.

Pemilihan perusahaan investasi setidaknya dapat dilakukan dengan memastikan latar belakang perusahaan, mengecek izin usaha perusahaan, dan memastikan bahwa perusahaan berdomisili sesuai dengan izin yang dimiliki.

Jika menemukan perusahaan investasi yang tak berini, OJK menghimbau agar masyarakat segera melapor. Bersamaan dengan itu, Tobing memastikan bahwa OJK akan terus memantau pergerakan perusahaan-perusahaan investasi mencurigakan tersebut.

“OJK dan Satgas Waspada Investasi akan terus mengejar dan menutup kegiatan investasi ilegal ini,” tutup Tobing. (Aulia)

Penulis:

Baca Juga