Energi Terbarukan Menjadi Consern JTE Pengadaan Energi di Tanah Air

Direktur Utama PT JTE, Dr. Etty Susilowati, SE, MM, bersama dengan stafnya, saat berada di both Jasa Tirta Energi di Gelaran IndoBuildTech 2019, ICE BSD, Tangerang.

Serpong, akuratnews.com - Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang Energi Baru Terbarukan dan penyediaan infrastruktur untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia, Perum Jasa Tirta I (PJT I) sebagai BUMN Pengelola Sumber Daya Air membentuk sebuah anak perusahaan dengan nama PT Jasa Tirta Energi (JTE) berdasarkan Akta Notaris Resnizar AH.MH No 125 pada tanggal 31 Desember 2018.

Direktur Operasional PJT I, Ir. Alfan Rianto, M. Tech, menjelaskan dalam ranah usahanya PJT I mengelola 5 wilayah sungai di Indonesia yaitu WS Brantas, WS Bengawan Solo, WS Jratunseluna, WS Serayu Bogowonto dan WS Toba Asahan, dimana dari wilayah tersebut mempunyai banyak sekali potensi pengembangan Energi Terbarukan khususnya Pembangkit  Listrik Tenaga Minihidro (PLTM)  serta ada beberapa potensi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm). Sejak tahun 2009, PJT I dengan tenaga ahli yang telah berpengalaman untuk pengembangan PLTM,telah melakukan studi potensi dan feasibility study untuk lokasi-lokasi PLTM di WS Brantas dan Bengawan Solo, serta di 3 WS baru dimulai sejak tahun 2017.

"Dari beberapa studi potensi dan FS yang telah dilakukan oleh PJT I tersebut, kemudian dilanjutkan oleh JTE dalam realisasi pembangunannya. Salah satu Pembangkit Listrik EBT yang berhasil dibangun dan telah mencapai masa Commercial Operating Date (COD) pada tanggal 29 Maret 2018 adalah PLTM Lodagung dengan kapasitas terpasang 2 x 650 kW yang memanfaatkan Saluran Irigasi Lodagung di Bendungan Wlingi Kabupaten Blitar," ujar Alfan, di ICE BSD.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT JTE, Dr. Etty Susilowati, SE, MM, memaparkan selama ini air yang ada di bendungan tersebut digunakan untuk mengairi pertanian rakyat seluas ±12.687 Ha di wilayah Kabupaten Blitar dan Tulungagung. PLTM Lodagung adalah salah satu PLTM dengan desain unik karena memanfaatkan teknologi siphon intake yang baru pertamakali digunakan di Indonesia. 

"Sistem intake ini memanfaatkan tekanan negatife, sama seperti saat kita memindahkan minyak menggunakan selang, adalah kali pertama diterapkan pada Pembangkit Tenaga Air di Indonesia. Turbin dan generator yang merupakan produksi pabrikan eropa memiliki spesifikasi Turbin Kaplan S Type," imbuhnya.

Dr. Etty, mengatakan di bidang Konstruksi, JTE didukung oleh tenaga ahli maupun tenaga teknis yang berpengalaman di bidang konstruksi serta peralatan berat maupun apung yang memadai. PT JTE mempunyai spesialiasi di bidang pengerukan dan reklamasi  seperti pengerukan waduk, sungai, water intake, dermaga,  dan juga reklamasi dok perkapalan.

"JTE membedakan spesialisasi pekerjaannya  seperti pekerjaan pancang cabut steel sheet pile, seperti foundation structure PLTU, perkuatan basement bangunan, perkuatan pier dan abutment jembatan, perkuatan fasilitas prasarana migas serta perkuatan prasarana sumber daya air," katanya.

Beberapa klien yang telah mengadakan kerjasama antara lain PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Brantas Bipraya,  PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap, PT Indonesia Power, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) serta beberapa klien swasta nasional.

"Dengan hadirnya JTE bersama-sama dengan BUMN lain diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan program pemerintah di bidang ketahanan energi dan mempercepat realisasi integrasi insfrastruktur di seluruh wilayah Indonesia," tutupnya.

Hadir di Indo Build Tech 2019

Hadirnya JTE di IndoBuildTech 2019, merupakan sarana bagi JTE untuk tampil dalam dunia industry. Seperti halnya yang disampaikan oleh Dirut JTE, melalui program yang diusung seperti Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga EBT (hidro, surya, bayu, biomassa) dan general conatruction dengan spesialisasi pengerukan (dredging) dan pancang cabut steel sheet pile, JTE memperkenalkan diri sebagai anak perusahaan Perum Jasa Tirta yg mempunyai scope bisnis di bidang Pembangkitan Energi dan Jasa Konstruksi.

“Kami hadir di sini (Indo Build Tech-red) agar terciptanya jaringan dan hubungan kerja yang lebih luas, dalam mencari peluang bisnis baru. Efektivitas pelaksanaan, pengembangan model bisnis dan pengembangan sistem manajemen mutu dan penerapan K3, menjadi strategi yang kami usung. Tentu dengan potensi yang dimiliki, seperti manpower dan peralatan kontruksi khususnya di bidang jasa pengerukan dan konstruksi perkuatan pondasi dengan steel sheet pile,” paparnya.

Hadirnya JTE dalam pameran IndoBuildTech, menjadi bukti komitmen JTE untuk berkiprah dan berkarya dalam menumbuhkan perekonomian di tanah air melalui bidang energi. Bidang usaha utama JTE meliputi Energi dan Konstruksi yang dijabarkan di dalam Akta Notaris, sebagai berikut:

a. Pembangkitan Tenaga Listrik

b. Aktifitas Penunjang Kelistrikan

c. Konstruksi Bangunan Elektrikal

d. Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air

e. Pengerukan

“Di tahun 2019 ini kami sudah memulai mulai konstruksi 2 PLTM di WS Brantas, melalui pekerjaan pengerukan dan pancang cabut SSP degan beberapa mitra kerjasama. Ada beberapa wilayah yang berpotensi untuk pengembangan energy terbarukan untuk lokasi PLTM di Jatim, Jateng dan Sumut, PLTS di Jatim dan Sumut, PLTB di Sumut, dan PLTBm di Jatim,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Irawan
Photographer: Redaksi

Baca Juga