F-Gerindra DPR Nilai Lion Air “Kejar Target”

Istimewa

Jakarta, Akuratnews.com - Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Bambang Haryo Soekartono mengungkap fenomena "kejar target" dalam transportasi udara nasional.

Maskapai penerbangan di Indonesia, khususnya Lion Air menurutnya memberlakukan biaya yang murah demi mengejar target trip setiap harinya.

Hal itu diduga dilakukan tanpa memperhitungkan kemampuan atau daya dari mesin pesawat. "Jadi seringkali memaksakan karena begitu besarnya ongkos transportasi," kata Bambang saat dihubungi Akuratnews.com, Senin (29/10/2018) malam.

Hal itu diperparah dengan kepadatan arus transportasi udara pada sejumlah bandara di Indonesia. Pasalnya, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 sampai harus melewati Karawang yang notabetene berada di timur Bandara Sukarno-Hatta sebelum kandas di perairan sekitar.

Pesawat yang bertolak menuju Pangkal Pinang itu tidak bisa langsung lurus ke utara lantaran kepadatan arus pesawat di Bandara Suta dengan puluhan traffic.

"Dengan adanya itu maka Lion Air ini mengejar target tadi dengan melakukan percepatan di dalam pembenahan pesawatnya bila terjadi suatu kendala teknis," imbuhnya.

Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait sendiri menuturkan bahwa memang pernah ada masalah teknis pada pesawat naas tersebut, namun sudah ditangani.

Terkait hal ini, Bambang lantas mengingatkan pihak Lion Air bahwa presisi penanganan kendala teknis harus betul-betul diperhatikan lantaran beresiko tinggi terhadap keselamatan penumpang.

"Jadi gak bisa ini seakan-akan sudah selesai, dipaksakan untuk bisa berangkat," tegasnya.

Anggota Komisi V DPR RI yang juga membidangi Perhubungan ini mengaku telah mendengar informasi dari penumpang bahwa sempat terjadi kendala mesin selama penerbangan pesawat type B737-8 Max itu.

"Ini sebetulnya pesawat itu harus di grounded, tidak boleh terbang," tukasnya.

Ia menilai Lion Air juga tidak bisa memberikan pelayanan prima soal aspek kenyamanan.

"Pasti karena unsur utama dari pada tadi itu, keterbatasan dari pada biaya untuk menutup biaya operasionalnya dengan tarif yang sangat murah," sebut Bambang.

Kendati demikian, pihaknya tidak ingin begitu saja menyimpulkan penyebab kecelakaan Lion Air JT-610 rute Jakarta - Pangkal Pinang. "Kemungkinan akibat technical error," pungkasnya. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga