Fadil Imran Bakal Jadi ‘Mimpi Buruk’ HRS?

Jakarta, Akuratnews.com - Kursi Kapolda Metro Jaya baru saja berganti ke Irjen Pol H. Muhammad Fadil Imran. Kapolda sebelumnya, Irjen Pol Nana Sudjana dicopot Kapolri Jenderal Pol Idham Azis lantaran dianggap tak bisa menegakkan pengamanan protokol kesehatan di dua acara FPI.

Masih segar diingatan, di tahun 2017, Fadil Imran lah yang membongkar kasus dugaan chatting mesum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan Firza Husen.

Saat itu Fadil masih menjadi Direktur Cybercrime Polri. Dan kini Kapolri Jenderal Polisi, Idham Azis menunjuk Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Nana Sudjana, Senin (16/11).

Mohammad Fadil Imran, lulusan Akpol 1991, satu angkatan dengan Brigjen Krishna Murti, Karomisinter Divhubinter Polri dan Muhammad Iqbal, Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Brigjen Prasetyo Utomo, Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

Fadil, polisi reserse kelahiran Makassar ini menjabat Kapolda Jatim sejak Jumat, 8 Mei 2020 lalu. Dia menggantikan Irjen Pol Luki Hermawan yang dipromosikan sebagai Wakalemdiklat Polri.

Tak perlu setahun bagi jendral bintang dua berusia 52 tahun yang berotak cemerlang ini untuk kembali ke ibukota dan menempati posisi Metro 01 .

Fadil menangani kasus chat mesum yang menjerat Muhammad Rizieq Shihab dan janda molek Firza Husein saat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, 2017.

Terkait kasus chat mesum Rizieq Shihab dan Firza, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, di bawah pimpinan Fadil sudah menetapkan keduanya sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara.

Keduanya, dipersangkakan dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Serta Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Namun, pada 2018 Polda Metro Jaya menghentikan penyidikan kasus chat mesum itu. Ketika itu, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal, menjelaskan alasan penyidik menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan atau SP3 lantaran belum berhasil menemukan pelaku pengunggah foto tangkapan layar berisi chat mesum yang diduga antara Rizieq dan Firza.

“Ada permintaan resmi dari pengacara untuk di-SP3, lewat surat. Setelah itu dilakukan gelar perkara. Maka kasus tersebut dihentikan karena menurut penyidik kasus tersebut belum ditemukan pengunggah (peng-upload) nya,” kata Iqbal kepada wartawan, Sabtu (16/6/2018) silam.

Pada Februari 2018, Fadil Imran juga berhasil membongkar kasus besar yang berkaitan dengan organisasi siber terorganisir Muslim Cyber Army (MCA) yang giat menyebar hoaks.

Kini kehadirannya kembali ke ibukota banyak diharapkan menuntaskan kasus mesum yang terbengkalai dan melibatkan sosok besar penganjur revolusi ahlak Itu. Akan kah kehadiran jenderal polisi ini menjadi mimpi buruk bagi HRS?

Fadil Imran banyak melewati pengalaman di reserse kriminal. Dia meraih doktor dengan predikat Cumlaude di Universitas Indonesia (UI) lewat disertasi tentang mutilasi.

Pria kelahiran 14 Agustus 1968 ini,
mengawali karier cemerlang sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tak lama berselang, ia menjadi Kapolres KP3 Tanjung Priok di tahun 2008. Selanjutnya, Fadil menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2009. Sempat bertugas di Kepri.

Tahun 2013 dia kembali ke ibukota dan menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat (2013) dimana pada masa jabatannya itu, dengan ‘Team Pemburu Preman’-nya Fadil sukses membekuk biang preman yang ditakuti di Ibukota yaitu Hercules Cs.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga