Fahri Semprot KPAI, Jangan Urusi PB Djarum, yang Putus Sekolah Dong Diurusin

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. (Foto istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Beberapa waktu lalu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuding ada unsur eksploitasi anak dalam penyelenggaraan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis. KPAI mendesak Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi tersebut.

Akibat tudingan itu, PB Djarum mengumumkan kabar mengejutkan bahwa Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 akan menjadi yang terakhir kalinya. PB Djarum memutuskan, pencarian bakat atlet muda bulutangkis di berbagai penjuru Tanah Air itu resmi ditiadakan pada 2020 mendatang.

Merespon hal itu, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyayangkan PB Djarum melakukan penghentian pencarian bakat tersebut.

Menurut Fahri, KPAI tidak perlu mempersoalkan hal-hal seperti itu. Pasalnya, masih ada persoalan besar yang selama ini kurang disoroti oleh KPAI.

"Tahu gak, itu sekarang angka anak Indonesia atau orang Indonesia yang tidak pernah sekolah masih ada sekitar 2,7 persen dari penduduk Indonesia. Yang tidak lulus SD hampir 20 persen dari penduduk Indonesia," ujar Fahri, di Komplek Parlemen, Jakarta, lansir situs nasional, Selasa (10/9/2019).

Fahri menyebut KPAI sebaiknya menggunakan pikiran dan tenaga untuk hak-hal substansial seperti menyelesaikan persoalan anak jalanan yang putus sekolah.

Persoalan Djarum Foundation, kata Fahri, sudah jelas kontribusi dalam melahirkan atlet. Sehingga, kalau itu terhenti akan berdampak banyak pada negara.

"Ini orang sudah masuk situ, sudah mengejar mimpi jadi juara dunia segala macam. Jangan itu yang diurusin, itu yang enggak sekolah, yang di pinggir jalan, itu dong yang diurusin. KPAI ada-ada aja," jelasnya.

Sebelumnya, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengumumkan penghentian Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 pada Sabtu, 7 September 2019, di Hotel Aston, Purwokerto, sehari jelang rangkaian kedua audisi umum tahun ini, yang diselenggarakan mulai Minggu, 8 September hingga Selasa, 10 September mendatang di GOR Satria, Purwokerto.

"Pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," jelas Yoppy, seperti dikutip dari laman resmi PB Djarum.

Yoppy menambahkan, audisi kali ini juga menurunkan semua brand PB Djarum seperti yang diminta pihak terkait. Tak hanya itu, anak-anak peserta audisi juga mengenakan kaus masing-masing klub asal, bukan yang dibagikan PB Djarum seperti biasanya.

"Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Karena dari pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kita menurunkannya. Kedua, kaos yang dibagikan kepada anak-anak tidak akan kami bagikan lagi seperti sebelumnya, dan mereka akan memakai kaos asal klubnya masing-masing, dan itu sudah lebih dari cukup. Kita sudah memutuskannya, tidak ada deal-dealan lagi, diterima atau tidak, kita sudah memutuskan seperti itu," tandas Yoppy. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga