Faisal Basri: Melaksanakannya ‘Ngaco’, Rini Soemarno Bikin BUMN jadi Rusak

Ekonom Faisal Basri. (Foto istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Kerugian besar yang melanda Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat nama besar Menteri BUMN Rini Soemarno tercoreng. Kinerja Rini pun mendapat sorotan tajam setelah banyak petinggi BUMN yang justru terjerat korupsi.

Salah satu kritikan datang dari Ekonom Politik, Faisal Basri yang menilai Menteri Rini tidak bekerja dengan arah yang jelas alias ngaco, bahkan banyak BUMN yang salah kelola dan cenderung di Korupsi, BUMN pun jadi rusak.

"Melaksanakannya jadi ngaco, semua jadi rusak, BUMN kita semua," kata Faisal, Selasa (15/10/2019).

Melansir situs politik nasional, Rini Soemarno diketahui membuat kebijakan holding yang tidak biasa, kalau tidak bisa disebut aneh. Karena perusahaan beraset kecil justru dijadikan induk dari perusahaan BUMN lain yang punya aset lebih besar.

Seperti PT Survai Udara Penas yang disebut akan menjadi induk dari perusahaan penerbangan nasional. Penas yang beraset sekitar Rp 49 miliar akan membawahi PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura 2, PT Garuda Indonesia, dan AirNav.

Ini jelas tidak biasa. Karena aset yang dimiliki Garuda Indonesia (GI) jauh berlipat dibanding Penas yang diwacanakan akan menjadi induk perusahaan. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian BUMN pada 2017 silam, GI punya aset puluhan triliun rupiah.

Tak hanya itu, sejumlah direksi BUMN pun harus berhadapan dengan hukum. Semuanya terjadi selama Rini menjabat sebagai Menteri BUMN.

Antara lain Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro, Direktur Utama PTPN III Dolly Pulungan, dan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Risyanto Suanda.

Menurut Faisal, hal-hal tersebut cukup untuk menegaskan kalau Rini sudah gagal menjadi menteri BUMN. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga