Antisipasi Kebangkitan PKI

FAK Jatim Bacakan Deklarasi Petisi Anti Komunis

Surabaya, Akuratnews.com - Mengantisipasi kebangkitan PKI, Front Anti Komunis (FAK) Jawa Timur, Jum'at (12/6/2020) melakukan deklarasi pembacaan Petisi yang diselenggarakan di halaman museum NU Jl Gayungsari Timur, Surabaya.

Petisi anti Komunis yang digagas oleh Guru Besar Sejara Universitas Surabaya, Prof. Aminuddin Kasdi, sebagai bentuk sikap penolakan terhadap RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Chirul Anam alias Cak Anam dalam memberikan sambutannya menyatakan, bahwa Pancasila dengan lima Butir sudah diterima semua golongan dan kedudukannya paling tinggi dalam tatanan negara.

"Ideologi Pancasila dengan lima butir itu, kedudukannya lebih tinggi dari Undang-undang, kenapa masih ada RUU HIP, ini akan sangat berbahaya dan dapat menurunkan derajat Pancasila," terang Cak Anam.

Bahaya yang disebut Cak Anam bila RUU HIP disahkan, akan melemahkan Pancasila sendiri sebagai Ideologi negara yang telah disetujui hampir seluruh Fraksi di DPR RI kecuali fraksi PKS

"Selain dapat menurunkan derajat, HIP juga bisa melakukan perlawanan terhadap Pancasila yang kedudukamnya paling tinggi dalam tatanan Negara dan Undang Undang. Oleh karena itu kami akan melakukan perlawanan dan RUU HIP tidak boleh disahkan," pungkasnya.

Sementara Tjetjep yang merupakan mantan anak dari Pelajar Islam Indonesia (PII) deklarasi anti Komunis sendiri juga pernah diselenggarakan di Kediri.

"Kami sudah buat di Kediri dan Madura, Ini sebagai bentuk perlawanan terhadap paham Komunis dan haram hukumnya berdiri di Indonesia," ujarnya.

Selain membacakan deklarasi Petisi, Front anti Komunis (FAK) juga melakukan seremonial pembakaran bendera PKI sebagai bentuk perlawanan.

Penulis: Rofik

Baca Juga