Fakta dan Cara Pemakaian Masker N95

Fakta dan Cara Pemakaian Masker N95
Fakta dan Cara Pemakaian Masker N95

AKURATNEWS - Masker N95 kerap kali digunakan oleh petugas medis yang menangani pasien diduga positif Covid-19. Jika digunakan secara spesifik, berarti masker yang satu ini memiliki sejumlah kelebihan yang berbeda dengan masker pada umumnya.

Ditemukan Pakar Terkenal Dunia

Masker ini ditemukan oleh pakar terkenal dunia yang bernama Peter Tsai. Beliau adalah seorang profesor bidang ilmu material dan teknik yang menempuh karirnya dari University Of Tennessee selama 35 tahun. Setelah itu, beliau memutuskan untuk pensiun.

Melindungi Hidung Dari Kotoran

Menurut Food and Drug Administration (FDA), masker ini bisa memproteksi si pemakai dari partikel udara dan cairan yang bisa mengotori wajah.

Tingkat proteksinya sendiri sejalan dengan nama yang diberikan. Kemampuan penangkalnya bisa mencapai 95% untuk partikel-partikel submikron, seperti debu, asap, kabut, hingga virus.

Desain Masker yang Ketat

Secara desain, masker ini akan terasa ketat ketika dipakai. Jika pemakainya bernapas, udara yang masuk akan disaring lewat lapisan luar.

Saat keluar, udara juga akan melalui sebuah lapisan yang jika dilihat dari dekat, bentuknya berupa kotak-kotak kecil dalam sebuah pola. Area pola tersebut adalah hasil dari serat yang telah dileburkan. Jika sering tersangkut, permukaan serat akan mudah rusak.

Dilengkapi Empat Layer Polypropylene

Masker N95 memiliki empat layer media polypropylene. Bagian luar masker bertugas untuk menahan kelembapan.

Dua layer berikutnya berbahan lebih tebal dan layer terakhir atau bagian yang menempel pada kulit wajah, berbahan tipis. Jika dilihat dari mikroskip dengan 40 kali pembesaran, akan terlihat serat sintesis polypropylene yang berukuran super kecil dan membentuk jaring.

Karena lapisan kedua dan ketiga lebih tebal, maka seratnya juga tampak lebih besar. Di bagian yang paling dalam, ada serat yang menghasilkan muatan listrik elektrik, yaitu bahan yang bisa menangkap mikroorganisme.

Aturan dan Cara Pemakaian

Masker N95 ternyata juga tidak bisa sembarangan dipakai. Hal ini lantaran desain masker yang ketika dipakai akan terasa terlalu rapat, sehingga pemakai bisa merasa ‘pengap’. Karena itu, masker ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil, anak-anak, bayi, apalagi penderita asma.

Alat pelindung ini juga tidak boleh digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Jika terlalu sering menggunakannya, risiko yang akan didapatkan adalah sakit kepala, iritasi, dan sesak. Peredaran darah di kepala bisa terganggu karena masker yang dipakai terlalu ketat.

Sebelum menggunakannya, pemakai harus mencuci tangan terlebih dahulu. Ikuti langkah mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO. Cuci dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan handcraft. Pegang masker dengan posisi bagian luar yang menghadap ke telapak tangan.

Bagian dalam masker yang berisi busa dan kawat harus berada di atas. Setelah itu, pakai langsung masker ke wajah. Pasangkan pada telinga atas dan kaitkan, hingga ke telinga bawah. Pastikan kawat masker sudah tertempel dengan posisi tepat pada hidung. Gunakan dua jari untuk mengatur posisinya.

Tes Kebocoran

Cara mengetes kebocoran dari masker ini adalah dengan menggunakan telapak tangan. Embuskan napas sekencang-kencangnya dan rasakan bahwa tidak ada udara yang keluar di sekitar masker. Jika dirasa masih ada kebocoran, ubah posisi tali.

Pindahkan tali pada bagian atas supaya posisinya menjadi sedikit ke bawah. Cara membukanya pun tidak sama dengan cara pemakaian. Lepas talinya terlebih dahulu dan jangan pegang bagian luar masker.

Itulah masker N95 yang harus diketahui cara pemakaian dan manfaatnya. Dengan memakai masker, secara otomatis masyarakat ikut menaati aturan 3M untuk mencegah penyebaran virus. Hal ini tentu harus dibiasakan untuk kebaikan diri sendiri, hingga orang di sekitar.***

Penulis: Redaksi
Editor: Ahyar

Baca Juga