Fakta PDI Perjuangan Disukai Millenial Berdasarkan Survei

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono

AKURATNEWS - Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono akhirnya membeberkan fakta-fakta yang membuat PDI Perjuangan menjadi partai yang disukai oleh millenial dan menjadi ”top of mind” berdasarkan hasil riset Surabaya Survei Center (SSC).

Berdasarkan hasil riset SSCPDI Perjuangan menempati posisi teratas di antara seluruh partai yang ada. ”Top of mind” PDIP di kalangan milenial mencapai 22,9 persen, disusul PKB 9,5 persen, Gerindra 5,8 persen, dan semua partai lainnya di bawah 5 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 5-25 Maret 2021 di 38 kabupaten/kota se-Jatim, Terdapat 1070 responden yang dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dari kalangan milenial dalam setiap kartu keluarga dilakukan dengan bantuan kish grid.

Deni Wicaksono mengaku bersyukur atas hasil survei independen yang mempublikasikan bahwa PDIP disukai kaum milineal. Hal ini menunjukkan kebijakan maupun pola komunikasi yang dibangun oleh para kader PDI Perjuangan, baik di eksekutif, legislatif, maupun struktur partai sesuai harapan publik. Termasuk kalangan milenial.

Anggota Komisi E DPRD Jatim itu menyebut selama ini seluruh kekuatan PDIP Jatim memang terus bergerak dan hadir di tengah problematika masyarakat. PDIP mewajibkan bagi kader yang duduk sebagai kepala daerah agar selalu membuat kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat, termasuk kaum milenial.

”Publik telah melihat begitu banyak pemimpin muda dan para kepala daerah berprestasi di Jawa Timur dari PDI Perjuangan yang tidak pernah hanya bekerja di balik meja. Mereka turun membantu masyarakat, mereka menelurkan banyak inovasi kebijakan yang bahkan menjadi referensi tingkat nasional,” tuturnya, Selasa 13 April 2021.

Tak hanya itu saja, kader PDIP yang menjadi anggota parlemen diharuskan melakukan advokasi setiap permasalahan warga serta mengawal kebijakan pemerintah yang pro kepada masyarakat luas.

”Demikian pula kader yang duduk di struktur partai, semuanya bergotong royong membantu masyarakat menyelesaikan problematikanya,” tegasnya.

Politik kebijakan yang dilakukan oleh para kader PDIP berpadu dengan pola komunikasi khas milenial. Setiap kepengurusan aktif menjalin komunikasi melalui media sosial. Dengan begitu, kader aktif di kanal media sosialnya masing-masing. Setiap kader PDIP juga responsif menjawab masalah atau pengaduan publik.

Menurut Deni, banyak kader PDI Perjuangan mengembangkan aplikasi untuk merespons setiap pengaduan. Seperti halnya lewat WhatsApp Center yang dimiliki kepala daerah, wakil kepala daerah, maupun anggota parlemen dari PDI Perjuangan.

”Inovasi kebijakan yang diusung para kader partai, inovasi program kegiatan partai, yang berpadu dengan pola komunikasi responsif dan cepat khas anak muda selama ini memang menjadi ciri gerak perjuangan partai ini,” pungkasnya.***

Penulis: Adi Suprayitno

Baca Juga