Fakta PKI Masih Ada, Kivlan: Hati-hati

Jakarta, Akuratnews.com - Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein mengatakan, kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan sebuah fakta. Berbagai peristiwa sejarah membuktikan bahwa faham komunisme masih eksis di negeri ini.

Ia menuturkan, pada tahun 2003 ada upaya dari elemen komunis yang meminta dibuatkan Undang-Undang Rekonsiliasi. Namun pada akhirnya UU itu dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi.

"Namanya UU rekonsiliasi supaya mereka tidak salah, ini fakta bukan ilusi," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Membedah Agenda Politik Komunisme & Khilafah di Pilpres 2019' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Lanjut Kivlan, komunisme masih hidup di Indonesia. Mereka dibina oleh seorang profesor dari Amerika Serikat. "Profesor itu yang mendidik kader-kader komunis agar bisa masuk ke dunia kepemerintahan, dan DPR," tukasnya.

"Waktu Jokowi mau jadi presiden mereka datang dan menawarkan dukungan 15 juta dengan syarat Jokowi harus minta maaf dan meminta rehabilitasi. Waktu itu Jokowi tolak. Tapi saya baca konsep pidato RAPBN 16 Agustus 2015, mau dimasukan mohon maaf negara dan rehabilitasi. Tapi tidak dibacakan. Masih ada sama saya lampiran Pak Jokowi minta maaf, tapi tidak dibaca," tambah Kivlan.

Melihat fakta masih adanya komunisme di bangsa ini, Kivlan mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan bahaya laten dari komunis tersebut.

"Orang komunis ini sifatnya adalah militan, propaganda, fitnah segala macam. Itu makanya kita hati-hati," tegasnya. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga