Fakultas Kedokteran Gigi Usakti Lakukan PkM di Yayasan Adz Dzikra

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta, bersama dengan para peserta PkM Pelatihan pemanfaatan limbah Sereh di Yayasan Adz Dzikra Kalimalang.

AKURATNEWS – Tri Dharma Perguruan Tinggi mewajibkan perguruan tinggi untuk melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dalam rangka membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun.

Demi menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program PkM, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (Usakti) Jakarta, melakukan kegiatan pelatihan Pemanfaatan Serai Dapur sebagai obat kumur yang bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi komunitas ibu-ibu Yayasan Adz Zikra Kalimalang Jakarta Timur.

Ditemui paska pelatihan di Yayasan Adz Dzikra Kalimalang, Wakil Dekan 1 Usakti Drg. Wiwiek Poedjiastoeti, Sp. BM, Ph.D, berujar, program yang dijalankan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Usakti  merupakan program kemitraan berupa pengabdian kepada masyarakat, dan ditujukan kepada komunitas ibu dan anak asuh, yayasan Adz Dzikra.

“Program ini mengusung program penelitian yang diimplementasikan menjadi pengabdian kepada masyarakat. Yaitu, adanya manfaat dari limbah sereh yang berguna untuk anti bakteri. Untuk itu kami melakukan suatu inovasi, dengan membuatkan satu komposisi hand sanitizer dan obat kumur yang berbahan air rebusan sereh. Sehingga dapat bermanfatat dan insya Allah dapat meningkatkan ekonomi dari para komunitas di Adz Dzikra untuk daya jual di masing-masing sektor,” ujarnya kepada akuratnews.com, Minggu, 19 Desember 2021.

Lebih jauh, Drg. Wiwiek, menjelaskan FKG Usakti sangat mendukung adanya suatu hal-hal yang berbau ilmiah yang diimplementasikan kepada masyarakat. “Ke depan, kami akan terus berupaya menumbuh kembangkan dari dosen-dosen kami yang dapat diimplementasikan untuk berbagai keperluan masyarakat maupun industri lainnya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana PkM FKG Usakti Dr, Komariah, S.Si.,M.Biomed, mengungkapkan bagaimana antusiasme dari ibu-ibu peserta pelatihan sangat besar. Hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran mereka yang datang jauh sebelum jam undangan yang diberikan.

“Dari kehadiran yang seharusnya mereka datang dianjurkan jam 9.00 WIB, mereka sudah datang pukul 8.00-8.30 WIB,” ungkapnya.

Selain itu, jumlah peserta, dikarenakan masih dalam masa pandemic, pelaksanaan pelatihan dibatasi hanya sekitar 25 peserta saja. “Ini sudah memenuhi target, seharusnya  banyak yang ingin ikut. Tetapi kami batasi karena kondisi ruang yang tidak terlalu besar,” katanya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga