Falcon Pictures Resmi Dilaporkan Atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

Jakarta, Akuratnews.com - Jurnalis senior, Amazon Dalimunthe resmi melaporkan rumah produksi Falcon Pictures terkait dugaan Pelanggaran Hak Cipta.

Amazon bersama pengacaranya, Pitra Romadoni Nasution dan Rahmad Lubis membuat laporan resmi ke SKPT Polda Metro Jaya, Jumat (18/10).

Dalam laporan resmi bernomor TBL/6715/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, Falcon Pictures sebagai terlapor.

“Kita secara resmi melaporkan Falcon Pictures terkait dugaan Pelanggaran Hak Cipta dengan Pasal 112 dan Pasal 115 UU RI Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta,“ kata Pitra.

Ia menerangkan, Falcon Picutres diduga telah melakukan pelanggaran hak cipta dengan menggunakan karya cipta orang lain tanpa ijin. Tidak hanya Falcon yang diseret, tapi juga pihak-pihak yang mengambil keuntungan terkait film 'Warkop Reborn 3'.

”Mungkn termasuk sutradara, editor dan para pemain lainnya termasuk Indro. Kita lihat saja nanti dan kita serahkan pada pihak penyidik untuk menanganinya, “ bebernya.

Dengan dilaporkannya Falcon Pictures, kata Pitra, jalan musyawarah sudah tertutup, tinggal menunggu proses hukum yang berjalan.

“Bagaimana kita mau musyawarah, niat baik Amazon, klien kami, disepelekan. Sudah kita tunggu sajalah proses hukum yang berjalan,“ pungkas Pitra.

Rahmad Lubis menambahkan, Falcon Pictures telah menggunakan foto karya Amazon tanpa izin.

“Ancaman denda 200 juta dan ancaman kurungan dua tahun,” tegasnya.

Amazon sendiri menyebut foto karya dirinya yang digunakan Falcon Pictures dalam film 'Warkop Reborn 3' adalah foto yang memperlihatkan tiga personil Warkop dengan jas merah dan dasi kupu-kupu.

“Saya tidak pernah memberikan ijin untuk menggunakan foto itu untuk film 'Warkop Reborn 3',“ katanya.

Foto itu diambil sewaktu acara Warkop mengisi acara Konser Manhattan Transfer di Hotel Aryaduta, Jakarta, sekitar tahun 90an.

“Saya memang pernah memberikan hasil cetak foto itu kepada Indro sebagai dokumentasi dan katanya akan dimasukan di Museum Warkop,“ ungkapnya.

Amazon berharap, dengan melapor ke pihak kepolisian dan jika berlanjut ke pengadilan, dirinya memperoleh kepastian hukum.

“Saya berharap nantinya keputusan hakim bisa menjadi yurispredensi bagi fotografer lainnya atau siapa pun yang karyanya digunakan produser film," tegas Amazon.

Penulis: Rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga