Fatahillah Dijebloskan ke Rutan Salemba

Jakarta, Akuratnews.com - Terlibat kasus dugaan korupsi APBD, mantan Walikota Jakarta Barat (Jakbar), Fatahillah, dijebloskan ke Rutan Salemba, seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakbar, Kamis (13/7/17).

Pria yang saat ini menjabat Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta itu akan ditahan di Rutan Salemba hingga 20 hari ke depan sembari menunggu persidangan.

"Sejak hari ini sampai 20 hari ke depan sebelum sidang, tersangka akan menjalani hukuman di Rutan salemba," ujar Kajari Jakarta Barat, Reda Mantovani, Kamis (13/7/17).

Menurutnya, hari ini sudah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada penuntut umum. Untuk mempercepat kasus ini, pihak kejaksaan akan melakukan pemberkasan secepat mungkin.

"Koordinasi dengan Kejagung dan Kejati akan terus dilakukan untuk merampungkan berkas sehingga kasus ini bisa disidangkan dalam waktu cepat," katanya.

Reda menjelaskan, Fatahillah akan didakwa Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 20/2011 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal satu tahun penjara. "Kalau terbukti dan terjerat pasal 2, maka hukumannya empat tahun penjara. Tapi bila dijerat Pasal 3 dia hanya dijerat setahun," tutupnya.

Sementara itu, seusai menjalani pemberkasaan dan pemeriksaan di Kejari Jakarta Barat, Fatahillah yang datang mengenakan baju kokoh warna putih terlihat tidak tertekan dengan kasus dugaan korupsi yang menimpanya.
Setelah pemeriksaan di lantai 2 selesai, ia bergegas menuju mobil Ertiga putih F 1627 KR yang membawanya ke Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Saat menapaki anak tangga dan keluar dari pintu lobi, senyum sumringah terpancar dari pria berkumis itu. Namun tidak ada sepata kata yang keluar dari bibirnya. Berulangkali wartawan bertanya, ia hanya mengumbar senyuman.

Diketahui, Fatahillah tersandung kasus dugaan korupsi normalisasi sungai dan saluran penghubung pada tahun 2013 dengan nilai kerugian negara Rp 4,8 miliar. Nilai itu merupakan fee dari anggaran proyek normalisasi sungai tersebut.

Saat melakukan dugaan korupsi itu, Fatahillah menjabat sebagai Kepala Pelaksana Kegiatan Pemeliharaan dan Operasional Infrastruktur Pengendalian Banjir, Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air, Jakbar.

Selain Fatahillah, kasus ini juga menjerat tiga mantan Kasudin Jakbar, yakni Monang, Ritonga, dan Muji. Ketiganya saat ini sudah menjalani sidang di pengadilan Tipikor Jakarta. (Fajar)

Penulis:

Baca Juga