Ferdinand Politisi Era Gadget yang Hanya Bisa Nyinyir di Medsos, Kata Mahasiswa

Ferdinand Hutahaean. (foto Net)

Jakarta, Akuratnews.com - Celoteh nyinyir politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang menyoal aksi Mahasiswa di DPR RI kemarin direspon keras Mahasiswa.

Sebelumnya Ferdinand melalui akun facebooknya menulis status, "Gerakan sehari saja, besok juga sudah sepi. Mahasiswa era gadget," tulis Ferdinand, Jumat pagi (20/9/2019).

Nyinyiran Ferdinand ditanggapi langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Politik Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB (KM-ITB) A'lam Hasnan Habib.

A'lam mengatakan, Ferdinand seharusnya mengomentari rekan-rekannya di Parlemen dan fokus terhadap nasib rakyat, bukan malah mengomentari pergerakan mahasiswa.

Saking kesalnya, A'lam yang ikut aksi kemarin di Gedung DPR menyebutkan, Ferdinand merupakan politisi gadget yang hanya bisa nyinyir di sosial media tanpa memiliki solusi untuk permasalahan rakyat.

"Politisi era gadget seperti Bang Ferdinand sibuk main gadget dan memberikan testimoni dari pada memikirkan dan mengambil tindakan yang tepat terkait hajat hidup rakyat," kata A'lam, lansir kantor berita politik, Jumat (20/9/2019).

Mengenai anggota DPR sebagai perwakilan rakyat, lanjut A'lam, istilah itu tidak pantas lagi dipakai oleh para legislator saat ini, karena mereka tidak mewakili suara rakyat.

"Bagi mereka yang masih menjadi anggota DPR sudah seharusnya mulai khawatir dengan label 'representasi rakyat' mereka di gedung DPR. Masih pantaskah mengaku sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat?" ucapnya.

"Saya tidak ingin banyak omong kosong. Bang Ferdinand cukup lihat mahasiswa melakukan tindakan seperti apa," tutup A'lam menambahkan.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan aksi di depan Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis kemarin dari siang hingga malam.

Mereka mengkritisi beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan DPR. Kebijakan tersebut yakni UU KPK yang baru, RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan dan RUU Minerba.

Sebelumnya ribuan Mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama mahasiswa ITB, UPN, dan Unindra menggeruduk Gedung DPR RI, menolak disahkannya revisi UU KPK dan RKUHP.

Ribuan mahasiswa berbagai perguruan tinggi ini kembali mengusung parlemen jalanan dan melakukan simbolis penyitaan gedung DPR RI melalui spanduk. Spanduk besar bertuliskan "Gedung Ini Disita Mahasiswa" dipasang di pagar tinggi gedung wakil rakyat. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga