Festival Buku “Patjar Merah” Kembali Digelar

Semarang, Akuratnews.com - Festival buku “Patjar Merah” kembali digelar. Festival kecil literasi dan pasar buku keliling nusantara ini digelar di kawasan Kota Lama, Semarang. Tepatnya di Soesmans Kantoor dan Manood Dhepius & Co, yang berlangsung dari 29 November hingga 8 Desember 2019.

Festival buku murah yang dinanti pecinta buku ini menyediakan ribuan buku berdiskon hingga 80 persen. Selain pasar buku, ada beberapa rangkaian acara di festival ini, seperti Lokakarya Patjar, Tamasya Patjar, Panggung Patjar, Layar Patjar, dan Obrolan Patjar. Tak tanggung-tanggung acara ini mengundang banyak penulis terkenal untuk dapat berbagi cerita dengan para pecinta buku yang datang.

Beberapa penulis yang turut memeriahkan acara ini adalah Teddy & Maesy dan Boy Candra yang datang mengisi acara Obrolan Patjar pada, Rabu (1/12/2019). Acara yang diisi penulis buku “Semasa” dan “Sebuah Usaha Melupakan” ini dimulai pada pukul 10.00 sampai 12.00 WIB dengan tema “Dapur Penulis – Berdua dan Bersendiri”. Tema ini sangat sesuai karena menggambarkan dua pencipta karya yang mengisi acara ini, Teddy & Maesy yang menulis karyanya bersama-sama dan Boy Candra yang menulis karyanya sendiri.

Mereka bertiga mengatakan bahwa dalam pembuatan karya sama sekali tidak dimentori siapapun. Tetapi setiap apa yang ditulis ada yang memengaruhinya, seperti karya atau masukan dari penulis lain yang mereka temui.

Teddy & Maesy juga mengungkapkan bahwa menulis berdua adalah hal yang tidak mudah, banyak perdebatan dalam menentukan karakter ataupun alur cerita. Menulis bersama bisa dilakukan saat ada kepercayaan satu sama lain, saling terbuka, dan bisa menyampaikan kekuatannya masing-masing.

Boy Candra sendiri menjelaskan bahwa dalam menulis, harus sadar kenapa dia menulis dan apa tujuannya menulis. Selain itu, Boy Candra juga mengaku bahwa ia membaca banyak buku dari berbagai genre agar tidak miskin imaginasi. Karena dari apa kita baca akan menetukan cara berpikir kita dan memengaruhi kita dalam bercerita.

Menurut penjelasan dari Thalita Najwah Kharim, salah satu volunteer, Patjar Merah diambil dari nama tokoh karakter yang mempunyai semangat membara, maka digunakanlah nama ini untuk menggalakkan literasi keliling Nusantara. Tidak hanya di kota-kota yang terkenal tetapi juga ke pelosok-pelosok. Karena anak-anak di Indonesia masih butuh pengetahuan yang lebih. Jaman sekarang, jaman maju memang sudah tersedia bacaan ebook atau media elektronik lainnya cuma kita perlu hal yang nyata.

“Ini adalah acara keliling Nusantara, jadi kita memang menyelenggarakan acaran ini untuk memajukan literasi anak-anak di Indonesia. Sebelumnya acara ini juga diselenggarakan di Malang, bulan lalu juga ada di Jogja, dan tahun depan bulan Februari kita akan menyelenggarakan di Jakarta. Kita keliling Nusantara dan kita bekerja sama dengan penerbit, jadi kita ngambil bukunya langsung dari gudangnya langsung, jadi kita menjualnya juga lebih murah, lebih terjangkau” jelas Thalita.

Baca Juga