Figur Kaum Hawa di Panggung Pilkada Depok Ultimatum IBH

Depok, Akuratnews.com- Kandidat Wakil Wali Kota yang didukung koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok 2020, Imam Budi Hartono mendapat ultimatum dari figur kaum hawa yang tampil di panggung Pilkada Depok 2020, Afifah Alia.

Imam Budi Hartono (IBH) dianggap telah melakukan pelecehan secara verbal kepada salah satu figur dari kaum hawa sebagai kandidat Wakil Wali Kota Depok priode 2021-2026 di pentas Pilkada Depok 2020.

"Belum ada upaya hukum, tapi kalau beliau (IBH) menyangkal ucapannya mungkin akan saya lanjutkan," ucap Afifah saat dihubungi Akuratnewscom, Kamis,(10/9/2020).

Dikatakan Afifah, perlakuan menyakitkan itu terjadi pada hari pertama proses tes kesehatan. "Kejadianya saat pihak rumah sakit membagikan kamar isolasi untuk kami semua peserta pemeriksaan kesehatan," ujarnya.

Saat itu, kata Afifah, pak Imam Budi melontarkan kata ajakan untuk satu kamar dengan dirinya. "Bu Afifah sekamar sama saya saja," jelas Afifah.

Buat saya, lanjut wakil ketua bidang perempuan dan anak PDI Perjuangan kota Depok, itu tidak pantas. Belum kenal, baru pertama kali bertemu, kok seperti itu.

Menanggapi kejadian yang dialami salah satu kandidat Wakil Wali Kota Depok dari kaum hawa, aktivis perlindungan anak, Ena Nurjanah mengaku merasa ikut prihatin.

"Ikut prihatin dan patut jadi perhatian bersama serta berharap ini jadi cambuk agar tidak terulang perkataan yang mengandung unsur pelecehan seksual, sekalipun itu dengan maksud candaan, yang dikeluarkan oleh calon pemimpin Kota Depok," ujar Ena.

Apalagi, lanjutnya, itu dikatakan kepada kandidat perempuan yang juga calon pemimpin.

Menurut Ena, harusnya level calon pemimpin tidak melakukan candaan di luar batas kewajaran dalam sebuah relasi yang sehat.

"Belajarlah untuk menghargai kaum perempuan sejak berniat jadi calon pemimpin di negeri ini," kata Ena yang juga pernah jadi sekertaris Satgas di Komisi Peelindungan Anak Indonesia.

Terkait perlakuan tak pantas dari seorang kandidat Wakil Wali Kota yang dapat berlanjut pada upaya hukum , Ena mengaku tidak mentolelir adanya sebuah pelecehan terhadap kaum perempuan.

"Untuk upaya hukum, berpulang pada bu Afifah. Namun, sebagai masukan,
akan banyak konsekuensi yang harus dipertimbangkan, salah satu diantaranya akan ada gonjang ganjing politis jika maju ke jalur hukum," kata Ena.

Dia menambahkan, upaya hukum juga akan menghabiskan banyak energi.
Sehingga, untuk saat ini bu Afifah lebih baik fokus bagi kesuksesannya dengan menunjukkan kemampuannya mengelola leadershipnya.

Yang paling penting, lanjut Ena, peristiwa ini harus jadi pelajaran bagi pak Imam, agar bisa bercanda secara santun sesuai koridor semestinya.

"Sanksi sosial dari para awak media bisa jadi pelajaran berharga bagi pak Imam," tutupnya.

Terkait perkatanya pada Afifah Alia itu, IBH masih belum berikan komentar saat dihubungi via pesan what app meski, beberapa saat sempat terlihat online di whats app. hingga berita ini ditayangkan, IBH masih belum memberikan jawabanya, Kamis,(10/9/2020).

Penulis:

Baca Juga