Filipina Sebut Dua WNI Terlibat Aksi Teror, Ini Tanggapan Wiranto

Menkopolhukam Wiranto

Jakarta, Akuratnews.com - Pemerintah Filipina menyebut bahwa dua Warga Negara Indonesi terlibat dalam aksi teror bom di gereja Katolik Pulau Jolo.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan pemerintah Filipina telah mengeluarkan kesimpulan sepihak. Wiranto menyebut, penyelidikan atas dugaan itu masih dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

“Saat ini cukup ramai dibicarakan mengenai tuduhan dari pihak Filipina terutama Menteri Dalam Negeri (Filipina) bahwa ada keterlibatan WNI dalam aksi teror di Filipina. Di sini saya sampaikan bahwa itu kan berita sepihak,” ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (4/1/2019).

Wiranto mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kementerian Luar Negeri RI saat ini masih melakukan pengecekan serta terus berkoordinasi dengan otoritas terkait. Bahkan, ia menyebut otoritas keamanan Filipina masih melakukan penyelidikan siapa pelaku aksi terosr tersebut.

“Jadi tidak buru-buru itu divonis orang Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Wiranto meminta semua pihak tidak langsung sependapat dengan tudingan pemerintah Filipina. Ia meminta semua pihak menunggu hasil akhir dari penyelidikan tersebut.

“Jangan sampai ada satu pemahaman kita sendiri atas dasar penjelasan sepihak yang langsung memvonis itu orang Indonesia atau WNI melakukan kejahatan terorisme di negara lain,” ujar Wiranto.

Sebelumnya, Mendagri Filipina Eduardo Ano meyakini pasutri asal Indonesia menjadi pelaku bom bunuh diri di gereja di Pulau Jolo, Mindanao, Filipina. Akibat kejadian itu, 22 orang dinyatakan meninggal dan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka. (Red)

Penulis:

Baca Juga