Film Iman Di Pangkuan Sang Fakir, Ajak Masyarakat Peduli Sesama

Ketua Baznas (kedua dari kiri) foto bersama dengan para pemeran di film Iman di Pangkuan Sang Fakir setelah pemutaran perdana di Theater 1 Bioskop XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019).
Ketua Baznas (kedua dari kiri) foto bersama dengan para pemeran di film Iman di Pangkuan Sang Fakir setelah pemutaran perdana di Theater 1 Bioskop XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019).

Jakarta, Akuratnews.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar acara pemutaran perdana (premiere) film kemanusiaan “Iman di Pangkuan Sang Fakir” di Theater 1 Bioskop XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (06/02).



Melalui film ini, BAZNAS ingin menggugah semangat masyarakat untuk peduli dengan kondisi kemiskinan yang nyata di lingkungan sekitarnya.

Film berdurasi 1 jam 38 detik ini diproduksi bersama SBMI Wonosobo, berkisah tentang perjuangan anak bernama "Iman" dalam menjalani kehidupan serba kekurangan.

Dalam kondisi kehidupan serba sulit, justru banyak yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang bukan haknya. Realita kemiskinan terbingkai dalam kisah ini, seperti jeratan rentenir yang membuat kondisi masyarakat miskin makin terpojok.

Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo mengatakan, zakat bukan hanya soal pemberian bantuan, namun yang lebih penting ialah bagaimana rasa kepedulian terhadap kesulitan sesama ini terus dipupuk.

Sebab, kata dia, kemiskinan yang melanda sebagian masyarakat di negeri ini memang mengkhawatirkan, namun yang sesungguhnya lebih mengkhawatirkan ialah punahnya rasa kepedulian dari si mampu.

“Karena itu BAZNAS terus mengkampanyekan ajakan kebaikan, terus mengajak peran aktif masyarakat dalam permasalahan nyata yang terjadi di sekitar lingkungan mereka,” katanya.

Bambang mengatakan, kemiskinan bukan hanya membutuhkan penanganan secara material, namun juga memerlukan solusi spiritual untuk mendampingi pembangunan manusianya.

Hal ini, Bambang menjelaskan, sesuai dengan syariat zakat yang melengkapi program penanggulangan kemiskinan dengan memberikan dakwah bagi para penerima manfaat.

Ditempat yang sama, Direktur BAZNAS Arifin Purwakananta yang sekaligus merupakan produser eksekutif Film Iman di Pangkuan Sang Fakir mengatakan, film ini dibuat dengan mengangkat realita yang terjadi, untuk menanamkan kepedulian pada persoalan kemanusiaan.

"Film ini akan diputar secara independen oleh BAZNAS, BAZNAS daerah bekerja sama dengan berbagai pihak yg memberikan sponsor. Juga sudah ada permintaan dari Komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri untuk memutar film ini di Hongkong, Taiwan dan Korea," katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wonosobo Maizidah Salas berharap, film ini dapat mengingatkan masyarakat kembali untuk tak abai dalam lingkungan kehidupannya.

“Kita perlu terus menanam rasa kepedulian di dalam hati dan menularkannya kepada lingkungan. Sebab banyak hal yang dapat membuat rasa kepedulian itu menjadi terkikis,” katanya.

Menurut Maizidah, realita yang dialami para buruh migran juga menjadi inspirasi dalam cerita ini. Buruh migran menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang lekat dengan keterbatasan.

Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo, Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Fuad Nasar, Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wonosobo, Maizidah Salas Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia, Hamid Abidin serta sejumlah undangan dan masyarakat umum juga menyaksikan bersama-sama pemutaran perdana film Iman di Pangkuan Sang Fakir sambil berinfak. (Yan)

Penulis:

Baca Juga