‘Kucumbu Tubuh Indahmu’ Wakili Indonesia di Ajang Oscar 2020

Jakarta, Akuratnews.com -- Setelah melakukan penyeleksian dengan sangat ketat sekitar 96 judul film, Komite Oscar 2019 atau The Indonesian Academy Awards Selection Committee akhirnya berhasil memilih dan menetapkan film 'Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body)' untuk mewakili Indonesia di ajang Oscar 2020.

Dengan demikian, film karya sutradara Garin Nugroho tersebut akan ikut serta berkompetisi di ajang 92-nd Oscars International Feature Film Award. Atau ajang yang sebelumnya bernama The Oscars Foreign Language Film.

Ketua Komite Oscar Indonesia, Christine Hakim menjelaskan, terpilihnya film arahan Garin Nurgroho itu berdasarkan beberapa pertimbangan. Di antaranya film produksi Fourcolours Films itu, ditimbang sangat artistik dan local content-nya sangat kuat sekali.

"Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' menggunakan semua medium film yang ada. Hingga medium yang paling subtil, yaitu medium batin atau rasa, bukan hanya dialog semata. Intinya ada medium bahasa rasa dan visual yang sangat indah di film ini," kata Christine Hakim di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (17/9).

Lebih lanjut Christine menambahkan, Indonesia terlihat kaya sekali di film ini, dengan didiskripsikan dari sisi kebudayaannya.

"Bahkan adegan percintaan di film ini tidak digambarkan secara verbal dan kasar. Tapi lewat bahasa simbol yang pas," imbuh Chirstine.

Komite Seleksi Oscar 2019 yang beranggotakan Christine Hakim selaku Ketua, Sheila Timothy selaku sekretarus, kemudian Firman Bintang, Reza Rahadian, Mathias Muchus, Lola Amaria, Roy Lolang, Benny Setiawan, Adisurya Abdy, Fauzan Zidni, Benny Benke, Alim Sudio dan Thoersi Argeswara, akhirnya sepakat memilih film 'Kucumbu Tubuh Indahku'.

"Tidak ada urusan lain, apalagi urusan politik dalam pilihan kami, kecuali estetika belaka," tambah Christine Hakim.

Selanjutnya Christine juga menjelaskan bahwa setiap festival film mempunyai karakternya sendiri sendiri. Dan film 'Kucumbu Tubuh Indahku' oleh anggota Komite Oscar 2019 ditimbang sebagai film yang paling cocok untuk kategori International Feature Film Award atau Foreign Language di Oscar.

Dengan terpilihnya film 'Kucumbu Tubuh Indahku' sekaligus menyisihkan film 'Ave Maryam' (Robby Ertanto), dan '27 Steps of May' (Ravi Bharwani), yang menjadi pesaing beratnya, setelah menyisihkan 96 film Indonesia lainnya yang beredar dari Oktober tahun lalu, hingga Oktober 2019.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) H. Firman Bintang menjelaskan, PPFI sebagai institusi yang ditunjuk langsung panitia Academy Awards sebagai pelaksana Oscars International Feature Film Award untuk melakukan seleksi film Indonesia, bekerja sejak tahun 1987.

Meski sayangnya dalam keikutsertaan Indonesia di ajang bergengsi itu, belum mencatatkan prestasi gemilang.

"Selama penyelenggaraan Oscars International Feature Film Award, film Indonesia belum bisa berbicara banyak, karena berbagai faktor, salah satunya pendanaan. Oleh karenanya ke depan perlu dibentuk Komite Khusus Oscar, yang bertugas khusus mencari dana untuk film yang mewakili Indonesia," jelas  H. Firman Bintang.

Tugas Komite Khusus Oscar ini, imbuh dia, penting karena dibutuhkan figur di bidang pemasaran film lndonesia di ajang Oscar, figur itu yang akan melakukan lobi dan membangun akses ke dalam panitia Oscar. Tujuan akhirnya agar film Indonesia mendapat perhatian di ajang tersebut.

"Paling tidak film Indonesia terpilih itu, bisa kita stimulus bisa masuk ke daftar 9 film unggulan atau short list yang dinominasikan. Oleh karenanya, film ini juga harus dibuat den gan memenuhi atau minimal mendekati kriteria penilaian juri Oscar," tambah Firman.

Salah satu anggota Komite Oscar 2019 Benny Benke, juga turut memberikan penjelasan.

"Film ini akan bersaing dengan sejumlah film berkualifikasi lainnya dari berbagai belahan dunia. Seperti film 'Parasite' dari Korsel yang baru-baru ini memenangi Palme d'Or di Cannes Film Festival 2019, lalu film animasi dari Jepang berjudul 'Weathering With You' dan film dokumenter 'Finding Faredeh' dari Iran", jelas Benny.

Sementara itu Dewi Puspa dari Pusbangfilm Kemendikbud mengatakan, sangat mendukung upaya PPFI di Komite Oscar 2019, juga ikhtiar membentuk Komite Khusus Oscar, demi memberikan dorongan maksimal pada film Indonesia.

"Ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam mengembangkan perfilman Indonesia," katanya.

Ketika dihubungi Ketum PPFI pasca pengumuman Komite Oscar 2019, Garin Nugroho mengatakan sangat berterima kasih atas pilihan anggota Komite Oscar 2019.

"Ini pilihan yang sangat berani sekali," kata Garin Nugroho.

Hal senada dikatakan Ifa Isfansyah dari rumah produksi Fourcolours Films yang memproduksi film ini.

"Salut untuk pilihan yang berani! Semoga film ini bermanfaat," kata Ifa Isfansyah via WA.

Penulis: Irish
Editor: editor
Photographer: Benke

Baca Juga