Liga Indonesia 2019

Final Leg Kedua Dibatalkan, Siapa Yang Paling Dirugikan?

Jakarta, Akuratnews.com - Bukan hal pertama gelaran Piala Indonesia yang digulirkan PSSI sejak 2018 mengalami penundaan.

Kali ini bukan lantaran perkara jadwal dan benturan agenda kompetisi yang jadi batu sandungan, melainkan lantaran adanya ulah suporter PSM Makassar pada Sabtu (27/7) yang dianggap  mengancam keamanan tim Persija Jakarta.

Seperti diketahui, sekitar pukul 17.30 WITA, alias tak sampai 24 jam sebelum jadwal kickoff partai final leg kedua antara PSM vs Persija di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, bus yang ditumpangi rombongan pemain dan ofisial tim Persija dilempari batu oleh rombongan yang diduga suporter PSM.

Bus rusak dan sejumlah pemain terluka akibat lemparan tersebut. Akibat terkena pecahan kaca bus, Marko Simic terluka di tangannya, sementara bek Ryuji Utomo terluka pada bagian paha. Nasib lebih sial bahkan dialami ofisial Persija bernama Aditya Julistyawan yang terluka serius di bagian mata kanan.

Perlakuan tidak menyenangkan itu sebenarnya sudah didapat skuat Persija sejak Jumat (27/7) malam waktu setempat. Saat menginap di hotel tempat mereka singgah, para penggawa Macan Kemayoran diganggu bunyi petasan dan geberan suara motor dari arah luar.

“Memang betul, kemarin saya tidur dari jam 10 dan saya kebangun karena ada petasan. Ditambah ada motor yang geber-geber,” kata pemain Persija, Riko Simanjuntak saat konferensi pers di Makassar, Sabtu (27/7).

Serangkaian peristiwa tidak menyenangkan itulah yang akhirnya bikin kubu Persija meminta pertandingan ditunda karena merasa keselamatannya terganggu.

Saat menjelang kickoff, Minggu (28/7) siang, para penggawa dan ofisial Macan Kemayoran protes dengan sikap lebih keras: menolak hadir ke stadion.

Persija bahkan telah berada di bandara untuk pulang dua jam menjelang kickoff. PSSI, yang saat dikonfirmasi pada Sabtu (27/7) malam mengatakan belum mengambil sikap.

Dan akhirnya, beberapa jam jelang kickoff di Minggu sore, mereka mengumumkan jika laga Persija vs PSM resmi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

"Atas dasar pertimbangan keamanan dan kenyamanan, laga final kedua Kratingdaeng Piala Indonesia kami tunda,” tutur Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

Bukan hanya Persija yang pemainnya terluka, bus rusak, keamanan terancam, hingga perjalanan jauh yang terasa sia-sia, jelas merupakan kerugian besar bagi Persija.

Namun, PSM juga mengalami kerugian tidak kalah besar, khususnya secara materi. Sebab batalnya duel leg kedua kemarin bikin mereka harus mengembalikan pemasukan dari penjualan tiket kepada para penonton.

“Manajemen dan Panpel PSM berkomitmen mengembalikan pembelian tiket yang sudah dilakukan penonton. Untuk teknis pengembalian tiket akan disampaikan sesegera mungkin,” tulis pihak Panpel PSM dalam rilis kepada media, Minggu (28/7).

Kerugian itu belum termasuk biaya operasional pertandingan, pengerahan 4.000 personel keamanan, dan sebagainya. Jika ditaksir, kerugian yang dialami manajemen PSM bisa menyentuh miliaran rupiah.

“Ini miliaran. Pengeluaran terbesar di pengamanan. Bayangkan, empat ribu personel keamanan yang diturunkan,” tutur Koordinator Tiket PSM, Azis Djarre.

Bukan hanya materi, kerugian lebih besar bagi PSM andai wacana laga leg kedua akan dihelat di tempat netral benar terwujud. Sebab, dengan ketertinggalan agregat 0-1 saat ini, mengalahkan Persija di tempat netral jelas akan jauh lebih berat ketimbang di Makassar. Wacana bermain di tempat netral mulanya muncul dari usulan Persija.

“Reschedule pertandingan di tempat netral saja kalau perlu enggak ada penonton tidak apa-apa, asal aman,” ungkap manajer Persija, Ardhi Tjahjoko.

PSSI sendiri belum merespons usulan tersebut. Namun CEO PSM, Munafri Arifuddin mengatakan PSM masih akan terus berupaya mengupayakan supaya pertandingan tetap berlokasi di Makassar.

“Saya menyampaikan kepada pihak PSSI, kalau pertandingan ini ditunda dan diselenggarakan di tempat lain, maka PSM Makassar tidak akan ikut lagi,” ucap Appi, kemarin.

“Kami sudah komunikasikan, bahkan dari tadi malam bapak Kapolrestabes (Makassar) dan juga bapak pejabat walikota datang berkomunikasi dengan pihak Persija,” tambahnya.

Suporter pun mengalami kerugian yang sama. Banyak yang datang dari jauh, namun harus gigit jari.

“Saya datang jauh dari Kabupaten Luwu bersama 150 orang rombongan. Untuk sampai ke Makassar butuh waktu sembilan sampai 10 jam. Kami berharap ada kejelasan soal tiket apakah bisa digunakan lagi di laga lanjutan atau bagaimana,” tutur Haskin, salah seorang suporter PSM asal Kabupaten Luwu seperti dilansir Antara.

Sejak kabar akan dibatalkanya laga ini berhembus, bertebaran sejumlah meme di media sosial. Komentar netizen pun beragam. Rata-rata datang dari fans PSM.

Lalu, kalau sudah begini siapa yang patut dipersalahkan?

Penulis: Rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga