Fintech Landing Menjadi Angin Segar Permodalan Bagi Petani

Data resmi pemerintah menunjukkan bahwa lebih dari 74 persen dari total 64 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia belum bisa mengakses pembiayaan dari perbankan. Keadaan ini menciptakan Gao pembiayaan hingga lebih dari USD 1000 triliun, menurut BI.

Jakarta, Akuratnews.com - Selama ini para petani di tanah air salah satu kendala yang dikeluhkan adalah permodalan dalam pengembangan usaha pertaniannya. Kehadiran Fintech Landing yang berfokus kepada kegiatan melalui permodalan untuk para petani, dinilai menjadi angin segar menjawab kebutuhan para petani akan permodalan.

Industri Fintech landing dianggap mampu membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia karena dinilai bisa menjangkau masyarakat yang belum terlayani perbankan. Dari kacamata Otoritas Jasa Keuangan (OJK), potensi pasar fintech lending terbesar adalah masyarakat unbankable seperti petani, nelayan, pengerajin dan sebagainya.

Branch Manager Danamas Irma Darmawati K, mengatakan dalam pinjaman bagi para petani, kebijakan yang diambil oleh Danamas dalam satu ekosistem. Dimana, Danamas tidak memberikan pinjaman dalam bentuk uang. Tetapi permodalan yang diberikan kepada para petani dalam bentuk kebutuhan pertanian, antara lain untuk bibit dan pupuk.

"Yang kita gunakan satu ekosistem (proses pengguliran pinjaman-red). Dari yang kita gunakan, kita tidak memberikan pinjaman secara cash karena kita sudah pegang penyedia pupuk, penyedia bibit dimana di bawahnya atau pengelolanya adalah para petani," ujar Irma, dalam diskusi media bersama dengan para Fintech lending yang diselenggarakan oleh Finmas di CGV, Jakarta (13/12).

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis:

Baca Juga