Siapa Kepala BB-POM di Surabaya 2014?

Fitnah Keji Kepada Sapari: Dituduh ‘Peras’ D’Natural Sejak 2014, Padahal Baru Jabat 2018

Sapari saat Konferensi Pers pengungkapan dugaan tindak pidana PT. Natural Spirit (D'Natural) Surabaya 13 Maret 2018 bersama Konwas PPNS Polda Jatim. (Foto dok. Akuratnews.com)

Sapari heran bagaimana mungkin DPCP yang tidak dia tandatangani namun bisa terbit pertimbangan teknis tertanggal 20 Maret 2019. Selain itu ada lagi syarat penting yang belum diserahkan yang nantinya akan dia ungkap dalam sidang pembuktian.

Sapari mengupas, kejanggalan lain terbitnya SK Pensiun tersebut, salah satunya adalah foto dengan dasar warna kuning muda yang ditempelkan pada SK pensiunnya. Menurut Sapari, dari informasi yang berkembang, foto itu diperoleh dari BB-POM di Surabaya padahal tidak ada persetujuan dari Sapari. Sapari mengaku belum menyerahkan foto dengan warna dasar Merah yang dimilikinya kepada BPOM.

Secara tegas Sapari mengatakan, sebagai ASN, pihaknya tidak menolak pensiun karena itu sudah alami dan sebagai ASN pasti akan menjalani hal itu, namun yang disayangkan Sapari adalah cara pemberlakuan pensiun bagi dirinya adalah Janggal dan syarat kepentingan, terlebih SK pensiun itu ditetapkan pada saat kasus gugatan di PTUN masih berlangsung.

"Saya menghormati proses Lembaga Peradilan di PTUN Jakarta, namun sebaliknya bagaimana dengan Kepala BPOM Penny K Lukito ? kenapa tidak menghormati?” pungkasnya.

BPOM Keliru Dua Kali?

Sapari mengungkap yang menjadi dasar jawaban Kepala BPOM melalui Pengacara Negara Kejagung RI terkait SK Pensiun TMT 1 Oktober 2018, dalam dalil-dalil jawaban tertulis, bahwa ada “kekeliruan” ketika melantik Sapari sebagai Kepala BB-POM di Banjarmasin dan Kepala BB-POM di Surabaya.

"Keliru kok sampai dua kali," kata Sapari heran.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga