oleh

Forum Komunikasi Angkatan ’66 Minta MK Pakai Hati Nurani

Jakarta, Akuratnews.com – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan keharusan Presiden cuti saat berkampanye mendapat reaksi keras dari Forum Komunikasi Angkatan ’66.

“MK sudah melakukan pelanggaran pidana pemilu. MK harusnya kembalikan pada hati nurani saat memutuskan,” tegas salah satu pimpinan laskar Angkatan ’66, Suharsa MG saat Jumpa Pers Forum Komunikasi Angkatan ’66 di Jakarta, Kamis (14/3).

Ia menilai, putusan MK ini juga akan berpengaruh terhadap para pejabat di daerah saat berkampanye.

“Ini akan ada imbasnya pada para pejabat di daerah, mulai dari level menteri, gubernur sampai bupati dan walikota,” tegasnya lagi.

Tak hanya itu saja, Ketua Forum Komunikasi Angkatan ’66, Deddy Abdul Qadir Baadilla juga mengaku prihatin dengan kondisi bangsa jelang Pemilu 2019 yang akan digelar pada 17 April mendatang.

Kekhawatiran itu didasari pada ketidakberdayaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang diberi wewenang negara untuk menyelenggarakan dan mengawasi pemilu.

“UU Pemilu yang mendasari prinsip jujur dan adil (jurdil) seperti macan ompong yang tidak digubris,” kata Deddy.

Ditambah lagi dengan adanya putusan MK yang menolak gugatan keharusan cuti bagi pejabat negara yang jelas-jelas telah tercantum dalam pasal 281 ayat 1 UU Pemilu.

“Pelanggaran sangat jelas sudah dilakukan banyak kepala daerah mulai dari gubernur hingga yang terendah karena dengan santainya mengkampanyekan calon presiden yang diusungnya,” ujar Deddy.

Forum Komunikasi ’66 pun mendesak KPU untuk menegakkan aturan kampanye bagi siapa saja tanpa terkecuali.

“Pedomannya tetap mengacu pada pasal 281 ayat 1 UU Pemilu,” kata Deddy.

Dalam pasal tersebut disebutkan presiden, wakil presiden, menteri, gubernur, bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota harus patuh.

“Tidak menggunakan fasilitas dalam jabatannya kecuali fasilitas pengamanan bagi pejabat negara dan harus cuti di luar tanggungan negara,” ujar Deddy.

Hadir dalam acara ini pimpinan Forum Komunikasi Angkatan ’66 diantaranya Sekretaris Forum Komunikasi Angkatan ’66, Muslim Lubis serta para pimpinan laskar Angkatan ’66 yakni Umri Nasution, Suharsyah M. Idji, Uke Soekotjo, Abdul Muin, Rasyid Emilie dan Lucie Basuki. (rianz)

Loading...

Komentar

News Feed