Forum Penakib, jadi Upaya Dinkes Sidoarjo Turunkan Angka Kematian Ibu & Bayi

Kepala Dinkes, drg. Syaf Satriawarman (berdiri) saat menyampaikan ide program berkaitan menurunkan angka kematian ibu dan bayi di depan Bupati Saiful Ilah, Wabup Nur Ahmad Syaifuddin serta Wakil Ketua TP-PKK Kab, Ida Nur Ahmad Syaifuddin di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo. (Foto: Dok. Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Sidoarjo termasuk salah satu kabupaten yang memiliki angka kematian ibu dan bayi terbilang tinggi.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, drg. Syaf Satriawarman di depan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah dan H. Nur Ahmad Syaifuddin serta Wakil Ketua I TP- PKK Kab. Sidoarjo, Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin saat pemaparan ide program mengenai upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Ide program ini hasil kerjasama Dinkes dan USAID (United States Agency of International Development) atau Badan Bantuan Internasional Amerika.

"2016, angka kematian ibu tercatat 66,34/100.000 kelahiran hidup (24 kasus) dan 2017, meningkat 82,62/100.000 kelahiran hidup (30 kasus), lalu 2018 menurun 62,23/100.000 kelahiran hidup (23 kasus). Sedangkan, angka kematian bayi fluktuatif, 2016 terhitung 4,26/1000 kelahiran hidup (154 kasus) dan 2017 meningkat 6,27/1000 kelahiran hidup, lalu 2018 menurun 4,25 (157 kasus)," terang mantan Wakil Direktur RSUD Sidoarjo ini.

Dikatakan Syaf, untuk mencegah angka kematian ibu dan bayi tersebut, sesuai Perda Nomor 1/2016, Pemkab Sidoarjo membentuk forum percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi, disingkat forum Penakib. Forum ini terbagi tiga satgas, yakni pemberdayaan masyarakat, pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan rujukan.

Selain forum Penakib, Pemkab juga menjalin kerja sama dengan USAID dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi itu.

"Berbagai upaya tersebut dilakukan, tentu dengan harapan angka kematian ibu bisa turun kurang dari dua puluh kasus, begitu halnya angka kematian bayi juga turun kurang dari 125 kasus," ujarnya.

Lebih lanjut Syaf menambahkan, berdasarkan Permenkes Nomor 4/2019, ada dua belas standar pelayanan minimal (SPM) di bidang kesehatan, tiga diantaranya diperuntukkan ibu hamil, ibu melahirkan dan bayi baru lahir.

"Setiap ibu hamil berhak mendapatkan layanan antenatal dan ibu melahirkan memperoleh layanan bersalin, serta bayi baru lahir mendapatkan layanan khusus selama 28 hari. Kesemua layanan itu diberikan sesuai standar," jelasnya.

Sementara itu, berkaitan hal tersebut, Bupati Saiful Ilah mengajak semua komponen mendukung upaya preventif di bidang kesehatan mulai dari diri sendiri, keluarga sampai lingkungan di sekitarnya

"Melihat uraian data soal angka kematian ibu dan bayi itu, perlu upaya perbaikan serta terobosan untuk menekannya serendah mungkin. Juga, kepada lintas sektor dan program, agar membuat rumusan solusi skala prioritas terkait masalah ini," harapnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati Saiful Ilah, Wabup Nur Ahmad Syafuddin dan Wakil Ketua I TP PKK Kab Ida Nur Ahmad Syaifuddin serta perwakilan sejumlah instansi dan organisasi melakukan penandatanganan komitmen bersama dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Sidoarjo.**

Baca Juga