“Frustrasi” hingga “Dungu”, Sebutan Faizal Assegaf pada Refly Harun dan Rocky Gerung Cs

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Progres 98 Faizal Assegaf, mengomentari gugatan pasal Presidential Threshold ke MK. Faisal menyebut, upaya itu mencerminkan kedunguan para penggugatnya.

"Kaum penyembah Kitab Fiksi seperti @RatnaSpaet, @rockygerung, @Dahnilanzar dkk, termasuk opurtunis @ReflyHZ yang ngotot lakukan Presidential Threshold (PT) di MK, cermin orang-orang frustasi yang bertindak dungu," tulis Faisal seperti dikutip dari akun twitter miliknya Minggu (17/06/2018).

Faisal mengklaim, upaya gugatan terhadap pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang dilakukan Rocky Gerung Cs dimaksudkan untuk memuluskan pencalonan kader Cikeas, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Manuver @rockygerung dan kawan-kawan ajukn presidential threshold (PT) ke MK demi merespon ambisi kubu Cikeas agar Demokrat bisa usung AHY Capres," tulis Faisal.

Ia menilai, upaya gugatan pasal ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden itu akan hanya akan memuluskan langkah Jokowi 2 periode dan menyingkirkan Prabowo Subianto dari kontestasi.

"Bila MK merubah PT di bawah 10 persen, maka partai2 oposisi secara otomatis terbelah, setidaknya Prabowo kian tersingkir & JKW makin melaju," tulis Faisal.

Cuitan-cuitan Faisal memang selalu memposisikan dirinya sebagai jamaah Jokowi jelang Pilpres 2019. Faisal, kerap mengunggah komentar kontra oposan di lini massanya.

Seperti diketahui, belasan orang dengan pendampingan beberapa ahli telah menggugat pasal syarat ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (13/6/2018).

Kuasa Hukum penggugat, Denny Indrayana mengatakan, "Inilah perjuangan konstitusional untuk mengembalikan daulat rakyat dan mengembalikan kebebasan rakyat untuk secara lebih leluasa memilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden,". (MDz)

Penulis:

Baca Juga