Gadis Penjual Kue Diperkosa di Bawah Pohon Durian

Ilustrasi

Sekadau, Akuratnews.com - Sungguh malang nasib seorang gadis penjual kue, Bunga (15 thn, bukan nama sebenarnya), warga Desa Merapi, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Niat hati mencari rezeki dengan jualan kue keliling, gadis ini malah diperkosa oleh pria beristri berinisial J (30 thn) yang juga warga Desa Merapi.

Kasus pencabulan itu terjadi pada Sabtu 15 Desember 2018 lalu, sekira pukul 08.00 WIB di kebun durian yang berada dekat Jembatan Gantung Sungai Bokak, di Dusun Merapi.

Meski kejadiannya sudah berlangsung lama, namun kasus tersebut baru terbongkar beberapa hari lalu.

Kronologis kejadian

Peristiwa bermula ketika Bunga hendak menjajakan kue dengan cara berkeliling kampung.

Saat itu J yang sudah memiliki istri berpura-pura hendak membeli kue yang dijual Bunga. Pria bejat ini kemudian memperlihatkan uang Rp 100 ribu plus dompet yang ada di tangannya.

“Lalu, pelaku menghampiri korban dan korban pun memperlihatkan kue dagangannya,” ujar Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Mohammad Ginting kepada media, Jumat 1 Februari 2019.

Bukannya memilih kue, J tiba-tiba menarik tangan kiri Bunga. Dia menarik Bunga ke kebun durian.

J juga terus memaksa Bunga agar mau diajak berhubungan badan. Saat itu, Bunga sempat berteriak dengan kencang. Akan tetapi, J berhasil menarik tangan Bunga secara paksa ke bawah pohon durian. Dia lantas menyandarkan Bunga di pohon itu.

“Pelaku membawa korban ke bawah pohon durian kemudian korban disandarkan di pohon hingga terjadilah perbuatan biadab itu. Korban mencoba melawan, namun pelaku semakin beringas,” ungkap Iptu Mohammad Ginting.

Pelaku dijerat Pasal 82 Ayat (1) tentang Perlindungan Anak

Usai melancarkan aksinya, pelaku pulang sambil meminta korban tidak menceritakan kepedihan yang dialami kepada orangtuanya.

“Setelah membersihkan diri di Sungai, korban pulang sambil menangis,” ujar Ginting.

Lanjut Iptu Ginting, korban kemudian menceritakan kejadian itu kepada ibunya. Lima hari kemudian, kasus itupun dilaporkan ke Polres Sekadau.

Petugas pun langsung turun ke lapangan untuk membekuk J. Pihak berwajib berhasil menangkap pelaku pada 30 Desember 2018.

“Pelaku yang sudah berkeluarga ini, sudah kita tahan. Pasal yang disangkakan yaitu pasal 82 Ayat (1) Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak,” pungkas Ginting. (Red)

Penulis:

Baca Juga