Peringatan HUT RI Ke-74 di Semarang

Ganjar Tegaskan Tak Ada Alasan Apapun Untuk Mengganti Pancasila

Semarang, Akuratnews.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan, tidak ada alasan apapun untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara.

Hal tersebut disampaikannya dalam pidatonya saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan HUT RI Ke-74 di lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang Sabtu (17/8).

Dikatakannya, saat ini kecenderungan untuk mudah mencaci, mencerca dan bahkan ada yang nekad untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain menjadi perenungan yang mendalam pada peringatan HUT Ke-74 Republik Indonesia.

Nilai nilai persatuan dan kesatuan bangsa mulai terancam dengan adanya prilaku-prilaku yang menyebabkan perpecahan sesama anak bangsa.

“Semestinya, setelah masa perjuangan kemerdekaan, tidak ada lagi yang membedakan suku, agama ataupun ras. Sebab, semua sama di mata negara,” kata Ganjar.

Ia juga menegaskan, bagaimana para founding fathers memberi contoh persatuan lewat prilaku dan tidak hanya digembar-gemborkan.

Ganjar mencontohkan sosok Adisucipto sebagai seorang pahlawan dengan latar belakang sebagai seorang yang beragama Kristen. Ini menunjukkan perjuangan tidak dilihat dari latar belakang agama, sosial, ras, suku dan budaya.

“Siapa yang mempermasalahkan Agustinus Adisucipto sebagai pahlawan? Apakah karena beliau seorang Katolik, lantas yang dari Hindu, Budha, Islam, Kristen dan Kong Hu Chu menggerutu? Kemudian Albertus Soegijapranata. Beliau merupakan uskup pribumi pertama di Indonesia. Bahkan karena nasionalismenya keras, beliau tidak henti-hentinya mengagungkan semboyan '100% Katolik, 100% Indonesia' dan ungkapan itu terus berdengung hingga kini,” tegasnya.

Ganjar juga enegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar Republik merupakan harga mati. Dan Tidak bisa ditawar dan harus kita tanam sedalam-dalamnya di Bumi Pertiwi.

“Pancasila merupakan induk semangnya negara ini, yang di dalamnya bersemayam ajaran-ajaran agama Hindu, Budha, Islam, Katolik, Kong Hu Chu dan Kristen dan di dalamnya juga bersemayam spirit yang berasaskan kebudayaan nasional," pungkas Ganjar.

Penulis: Yusfi W.S
Editor: Redaksi

Baca Juga