Ponsel Anti Sadap

Gembong Narkoba Lebih Suka Nokia 8210 Ketimbang Smartphone, Why?

Jakarta, Akuratnews.com  -- Nokia dengan platform Symbian boleh saja tumbang di tangan android dan Apple pada saat ini. Namun siapa sangka jika produk lawas mereka justru banyak digunakan para Gembong narkoba di dunia, terutama di Inggris.

Sebagaimana diberitakan, para gembong narkoba di Inggris lebih menyukai perangkat lawas atau jadul produksi perusahaan Finlandia ini. Secara spesifik Nokia 8210 jadi favorit para Mafia dan Bandar obat terlarang.

Lantas apa alasannya?

Melansir Phone Arena, Nokia 8210 tak dibekali aneka fitur ala ponsel pintar semacam GPS, Wi-Fi, ataupun Bluetooth. Namun, justru karena itu ia menjadi primadona para bandar dan mafia obat terlarang.

"Mereka (Nokia 8210) bisa dipercaya, tak seperti iPhone dan ponsel baru lain yang bisa dipakai untuk melacak pemiliknya," ujar seorang gembong narkoba asal Inggris yang tak disebut namanya, sebagaimana dikutip Akuratnews dari situs Phone Arena.

"Semua bandar yang saya kenal, mereka memakai ponsel lawas. Nokia 8210 jadi favorit karena kecil dan baterainya tahan lama," tambah si gembong anonim.

Selain dua alasan di atas, Nokia 8210 memiliki port infra merah antik yang bisa digunakan mentransfer daftar kontak dengan cepat ke ponsel lain, jika karena suatu alasan pemiliknya terburu-buru harus mengganti ponsel.

Dengan jumlah yang makin langka, ponsel jadul ini di pasaran masih tergolong mahal. Di e-Bay, misalnya, satu unit bisa dihargai hingga 30 poundsterling atau hampir Rp600.000.

Meski saat ini banyak ponsel serupa yang diproduksi vendor Cina, namun, digadang-gadang, Nokia 8210 yang masuk dalam keluarga Symbian merupakan ponsel antisadap.

Dari beberapa literatur disebutkan, dengan teknologi symbian, ponsel dapat mereduksi penyadapan yang merugikan pemilik, meski sulit dibuktikan, namun kabar ponsel ini antisadap disukai para Mafia dan Bandar Narkoba. Begitulah...

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga