GEMPARI : Kasus Kekerasan Anak, Akibat Minimnya Peran Aktif KPAI dan Pemerintah Di Wilayah Pelosok

Ilustrasi Pembunuhan Anak

Jakarta, Akuratnews.com - Wakil Ketua Umum( Waketum)  Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Remaja ( GEMPARI ) Julia Putri Noor ,mengatakan kasus pembunuhan sadis seorang ibu terhadap anak kandung yang terjadi di Jalan Besar Delitua,Gang Dahlia, Kecamatan Sumatera Utara, Minggu (15/01/17)  sangat memprihatinkan.

Julia mengaku, kembali terjadinya kekerasan terhadap anak, karena saat ini peran Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) dan pemerintah masih kurang memperhatikan masalah kekerasan anak, khususnya di daerah-daerah pelosok yang jauh dari kota besar. Sehingga banyak kasus kekerasan terhadap anak marak terjadi.

Dia menjelaskan, kasus kekerasan terhadap anak seharusnya menjadi perhatian utama bagi pemerintah.

"Kasus kekerasan terhadap anak hingga pembunuhan  yang terjadi ,banyak disebabkan karena faktor ekonomi dan kurangnya pemberitahuan cara mengajari anak dengan baik," kata Julia kepada Akuratnews.com, Selasa (17/01/17).

Dia menyebutkan, faktor terjadinya kekerasan yang dilakukan orang tua, salah satunya dikarenakan belum siapnya menjalankan rumah tangga, "Sehingga ketika menghadapi permasalahan ekonomi ,mereka tidak siap,menjalankannya, mulai dari kurangnya memenuhi kebutuhan hidup dan lainnya,"  ujarnya.

Sementara itu, perlunya peran aktif  KPAI untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan soal dampak buruk akibat kekerasan anak,bagi masyarakat di setiap lingkungan RT  dan RW ,agar kasus kekerasan kepada anak-anak tidak kembali terjadi.

Selain itu, peran LSM juga dibutuhkan untuk membantu sosialisasikan tentang bahayanya kekerasan terhadap anak.

"Harus ada peran aktif semua golongan,termasuk KPAI, Pemerintah, LSM dan masyarakat, " ungkap Julia.

Menurutnya Gempari hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap kasus kekerasan anak-anak yang terjadi di Indonesia. Bahkan dengan adanya Gempari akan membantu pemerintah untuk implementasikan permasalahan kekerasan yang terjadi terhadap anak-anak .

"Kita ( Gempari) untuk membantu pemerintah, dalam mensosialisasikan dampak dari kekerasan anak oleh orang tua, dengan memberikan pengarahan kepada orang tua, agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak," ujarnya.

Untuk diketahui, Kepolisian Sektor ( Polsek) Delitua masih terus mendalami motif pembunuhan sadis yang yang dilakukan seorang ibu terhadap anak kandungnya. Jalan Besar Delitua,Gang Dahlia,Kecamatan Sumatera Utara, Minggu (15/01/17) kemarin.

Sementara itu, seorang ibu bernama Prety Hasibuan (32)
tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri bernama M Altahir (2 ,5) di rumah mereka di Jalan Besar Delitua, Gang Dahlia,Kecamatan Sumatera Utara.Tersangka membunuh anaknya dengan cara menusuk perut anaknya dengan pisau dapur. (Agus)

Penulis:

Baca Juga