Gempari: Mari Jadikan Momentum Idul Fitri untuk Raih Kemenangan Melawan COVID-19

Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Remaja Indonesia (Gempari) Hj. H. Patrika S.A Paturusi S.H.MH
Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Remaja Indonesia (Gempari) Hj. H. Patrika S.A Paturusi S.H.MH

Jakarta, Akuratnews.com - Pandemi virus Corona atau COVID-19 telah meluluhlantakkan sendi kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama di Indonesia. Berbagai tradisi kebangsaan, tradisi bernegara, dan tradisi beragama pun harus diubah total untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Remaja Indonesia (Gempari) Hj. H. Patrika S.A Paturusi S.H.MH mengungkapkan, secara keseluruhan pandemi Corona ini memberi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia. Pertama untuk menumbuhkan kembali karakter gotong royong dengan solidaritas kebangsaan yang kuat. Kedua, menguatkan pola keberagamaan yang subtansional penuh dengan kasih sayang, toleransi, dan semangat berbagi.

“Jadikan momentum Idul Fitri ini untuk bangkit dan bersatu meraih kemenangan melawan pandemi Corona. Ikuti anjuran pemerintah, Insya Allah kita segera akan melewati cobaan ini,” ujar Wanita yang biasa disapa Anggie ini, Senin (25/5/2020).

Ia menambahkan, bahwa pandemi COVID-19 mengharuskan masyarakat untuk menunda banyak kesenangan seperti berkumpul dan bepergian. Semua dianjurkan untuk stay at home atau tetap tinggal di rumah.

Terkait penanganan COVID-19, Anggie menilai pemerintah telah optimal dalam memerangi pandemi ini. Namun, ia tetap memberikan catatan penting yang harus diperbaiki pemerintah yaitu soal validasi data dan koordinasi antar lembaga dan kementrian. Dua kelemahan sangat terlihat saat menghadapi COVID-19.

Untuk itu, edukasi dan sosialisasi harus terus ditingkatkan. Selain itu, jiwa gotong royong bangsa Indonesia sedang diuji karena itu tidak boleh ada kelompok masyarakat yang egois dengan tidak mematuhi protokol kesehatan. Ia menilai, sejauh ini masyarakat masih lemah dari sisi komitmen bersama menghadapi COVID-19 ini.

“Kita butuh kerja keras, kerja sama dan kerja cerdas. Ini hikmah penting, memerangi virus Corona birokrasi pemerintah harus bergerak dengan sistematis, profesional dan sinergis, tidak boleh ada kebijakan yang tumpang tindih,” urainya.

Meski demikian, ia melihat semangat solidaritas umat Islam dan seluruh masyarakat dalam berbagi tetap terlihat. Selain itu, tradisi silaturahmi dan mudik di Hari Raya Idul Fitri sedikit berubah dan pasti lebih sepi, tetapi itu akan tetap makna yang besar bagi umat Islam.

“Idul Fitri tahun ini sangat spesial. Selain kita rayakan sebagai hari kemenangan setelah berpuasa menahan hawa nafsu, mari kita jadikan momentum Idul Fitri untuk meraih kemenangan melawan COVID-19,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga