Gempur: KPK Harus Periksa Ibas Terkait Sejumlah Dugaan Korupsi

Massa dari Gerakan Pemuda Selamatkan Uang Negara (Gempur) gelar unjuk rasa di depan kantor KPK. Gempur menuntut KPK agar segera memeriksa Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas terkait beberapa dugaan korupsi.

Jakarta, Akuratnews.com - Dalam orasinya, koordinator lapangan aksi massa Gempur Revi meminta KPK segera periksa Ibas atas berbagai dugaan tindak pidana korupsi.

"KPK harus segera tangkap dan periksa Edhie Baskoro Yudhoyono atas berbagai dugaan tindak pidana korupsi, diantaranya kasus E-KTP dengan menerima uang 500 Ribu USD dari Setya Novanto, keterlibatan dalam kasus suap dengan menerima uang dari PERMAI GRUP 100 Ribu USD, juga dengan keterlibatan saudara IBAS dalam kasus dugaan SKK MIGAS dengan menerima uang dari Prof. Rudi Andini kepala SKK Migas sebesar 500 Ribu Dollar Singapore melalui orang kepercayaan Prof. Rudi Andini Bernama Ardi" Kata Revi dalam orasinya.

Revi menambahkan bahwa Ibas diduga kuat adalah orang yang meminta setor sejumlah uang dari kasus Korupsi Putu Sudiartana.

Di akhir orasinya, Revi mengkalim bahwa partai demokrat sudah hampir bubar dan SBY menugaskan Ibas untuk membiayai partai Demokrat.

"Dan kami mendesak agar KPK RI segera periksa dan tetapkan saudara Ibas dalam dugaan keterlibatan kasus dengan Puru Sudiartana, wakil bendahara umum Partai Demokrat dengan mengumpulkan uang fee untuk di setor ke ketua Fraksi Demokrat sebesar 50 Ribu. Dugaan saat SBY menaruh Ibas sebagai Wakil Ketua Banggar DPR RI, agar memainkan proyek anggaran, mengeruk APBN". Pungkas Revi.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga