Gerai Mikro Tanggap Covid-19 Hadir di Matraman

Jakarta, Akuratnews.com - Sejumlah mustahik binaan difasilitasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam pendirian Gerai Mikro Tanggap Corona (Covid-19) di Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

Gerai Mikro Tanggap Covid-19 ini merupakan wadah bagi para pedagang mikro yang saat ini terdampak perekonomiannya akibat krisis dari wabah Covid-19 untuk dapat menawarkan barang dagangan mereka.

Barang yang dijual oleh para mustahik di gerai mikro saat ini merupakan barang yang dapat meminimalisir penularan Covid-19 yakni seperti masker, hand sanitizer, madu, jamu dan jus buah. Selain melayani pembelian langsung, gerai mikro ini juga melayani pembelian secara online dengan memberdayakan beberapa mitra untuk mengantar ke wilayah sekitar Matraman, dan ojek online untuk di luar Matraman.

Kepala Program BAZNAS Microfinance, Noor Aziz, Rabu (8/4) mengatakan, Gerai Mikro Tanggap Covid-19 ini salah satu upaya menjaga keberlangsungan usaha para pedagang mikro dimana saat kondisi wabah Covid-19 ini mereka mengalami kesusahan untuk menawarkan dagangannya karena adanya penerapan physical distancing.

“Secara prinsip BAZNAS mendorong dan menginisiasi para mustahik untuk pendirian gerai mikro ini. Jadi BAZNAS memfasilitasi agar mustahik bisa tetap survive menjalankan usahanya di tengah himpitan krisis Covid-19 ini,” ujar Noor Aziz.

Ia menambahkan, tak hanya sebagai wadah usaha pedagang mikro, Gerai Mikro Tanggap Covid-19 juga memiliki fungsi pusat informasi dan edukasi terkait Covid-19.

“Para mustahik binaan yang menjalankan gerai mikro juga dibekali pengetahuan mengenai informasi terkait Covid-19 apabila ada warga masyarakat yang membutuhkan info. Selain itu Gerai Mikro ini juga menyediakan tempat cuci tangan dan sabun cuci tangan yang diproduksi oleh rumah sabun milik kelompok usaha mitra Matraman untuk mengedukasi para pembeli yang datang cara mencuci tangan yang baik dan benar,” jelasnya.

Tak hanya produk mustahik binaan, Gerai Mikro Tanggap Covid-19 kedepannya akan menampung produk pedagang mikro lainnya sebagai sarana untuk saling menguatkan antar pelaku usaha mikro dalam menghadapai krisis Covid-19. Gerai Mikro ini juga terintegrasi dengan program Cash for Work

Noor Aziz menambahkan, di Gerai Mikro ini, harga yang diberikan adalah harga standar dan dipastikan tidak ada upaya penaikan harga.

"Beberapa contoh perbandingan harga, handasnitizer per 50 ml Rp20 ribu, dimana di luar Gerai Mikro harganya Rp35 ribu, bahkan lebih. Lalu Masker dua lapis per pcs Rp10 ribu, dimana di luar Gerai Mikro harganya Rp12-15 ribu atau lebih," ucapnya.

Khusus produk madu dan jamu, harga relatif murah karena langsung dari mustahik sebagai produsen tangan pertama.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga