Gerak Sultra Minta Kejaksaan Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Oven

Gerakan Rakyat (Gerak) Sultra Gelar Aksi Demo di Depan Kejaksaan Negeri Muna (7/10/2021)
Gerakan Rakyat (Gerak) Sultra Gelar Aksi Demo di Depan Kejaksaan Negeri Muna (7/10/2021)

AKURATNEWS - Salah satu kandidat kuat Calon Sekda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Sulawesi Tenggara (Sultra), Sukarman Loke yang juga adalah Kepala BKSDM di Pemerintahan pada Kamis (7/10/2021) di demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, oleh kelompok masyarakat yang menamakan dirinya Gerakan Rakyat (Gerak) Sultra.

Pasalnya calon Sekda Muna itu, ketika menduduk jabatan sebagai Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) ditahun 2017 lalu, masih menyisahkan masalah dugaan Korupsi pada pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Gedung dan Instalasi UPT Sentra Furniture yang sampai saat ini belum ditindak lanjut oleh Kejari Muna pada proses hukum selanjutnya.

Dalam orasinya Gerak Sultra yang diutarakan oleh Korlapnya, La Ode Supriadin meminta kepada panitia seleksi Calon Sekda Pemkab Muna agar benar teliti dengan baik dalam melakukan seleksi calon pemimpin ASN di Muna dan peduli terhadap Daerah.

" Panitia seleksi Calon Sekda, harus lebih teliti dengan benar dalam memilih Sekda Muna dan peduli terhadap Daerah. Karena salah satu Calon sekda atas nama Sukarman Loke tidak layak untk menjadi seorang Sekda,. Karena yang bersangkutan masih terkait dengan dugaan kasus Korupsi pengadaan mesin oven pengering kayu di Desa Bangunsari Kecamatan Lasalepa anggaran tahun 2017 silam, " Katanya di depan Kantor Kejari Muna.

Ditempat yang sama, juga salah satu orator Gerak Sultra, Yogi Mengko yang juga adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) dalam orasinya menyorot kinerja Kejakasaan Negeri Muna yang buta atas kasus pengadaan Oven pengering kayu Desa Bangunsari iyang di adakan oleh Dinas Perindag Muna dari tahun 2017 tidak dapat dituntaskan hingga ditahun 2021 ini, yang dianggapnya fiktif.

" Kasusu kasus yang kami layangkan di Kejaksaan Muna belum mampu dituntaskan. Kami tekankan kepada Keajari Kabupaten Muna untk menyelesaikan kasus tersebut hingga kepengadilan. Kasus tersebut berdasarkan investigasi yang dilakukan, kami anggap fikitif hingga saat ini karena belum dapat dimanfaatkan oleh pengrajin kayu di Desa Bangunsari,"

Alumni Fakultas UHO itu juga dalam lanjutan orasinya mengatakan jika dirinya sangat heran dengan kinerja Kejaksaan Muna,, dalam menuntaskan kasusu kasus Korupsi di Muna, dan dalam pelaksanaan penangananya kami duga terjadi diskriminasi dalam proses penegakan hukumnya.

" Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum. Kasus Sekwan Muna Barat cepat diselesaikan, kasus fiktif disebrang cepat diselesaikan. Namun kasus pengadaan oven pengering kayu yang terjadi sejak tahun 2017 hingga 2021 ini tidak mampu diselesaikan. Adapa ditubuh Kejaksaan," Ucapnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Zainal Arifin

Baca Juga