oleh

Gerindra Sebut “Darurat Kecurangan” Pemilu Pasca Kasus e-KTP di Bekasi dan Bogor

Jakarta, Akuratnews.com – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ferry Juliantono mengatakan, permasalahan e-KTP yang terjadi di Bekasi dan Bogor merupakan indikasi adanya kecurangan pada Pemilu serentak 2018-2019.

“Soal e-KTP ini sudah sangat perlu diwaspadai karena sangat rentan dimanipulasi pihak pihak yg mengambil keuntungan dari lemahnya sistem pendataan dan pencetakan e-KTP ini,” kata Ferry kepada Akuratnews.com, Senin (27/05/2018), menyusul terjadinya dua insiden terkait e-KTP, akhir-akhir ini.

Insiden pertama, terjadi pada Rabu (28/03/2018) lalu. Kala itu, Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Disdukcapil Kota Bekasi, Nardi memaparkan, telah ditemukan 45.304 lembar e-KTP duplikat ganda di Kotanya.

“Kami akan lakukan pemilihan kepala daerah, saat ini KPUD Kota Bekasi juga sudah melakukan pencoklitan (pencocokan dan penelitian) dengan melakukan kunjungan langsung ke semua rumah-rumah warga Kota Bekasi dan ada 3.000 data lagi yang belum clear,” ujar Nardi kala itu.

Insiden kedua, terjadi pada Sabtu, 26 Mei 2018. Hari itu ditemukan sebuah karung berisikan e-KTP warga Sumatera Selatan (Sumsel) di Jl. Salabenda, Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor yang belakangan terkonfirmasi sebagai e-KTP rusak.

Atas dua insiden tersebut, Ferry menghimbau agar semua pihak menahan diri dari segala bentuk kecurangan agar tercipta rentetan agenda Pemilu (Pilkada serentak 2018, Pileg 2019, Pilpres 2019) yang adil.

“Kita ingin berkompetisi secara fair dan penguasa harus netral dan tidak memihak. Tapi kalau gejalanya seperti ini maka tidak lain kita harus bersikap. Baik untuk memenangkan Pilkada atau untuk Pileg dan juga Pilpres. Ini darurat kecurangan,” kata Ferry. (Mdz)

Komentar

News Feed