GERMAK Desak KPK Periksa Nusron Wahid

Jakarta, akuratnews.com - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GERMAK) Jakarta gelar aksi di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (09/9/19)

Koordinator GERMAK, Rifal Maulana mengatakan bahwa tujuan mereka adalah mengingatkan kembali dan mendesak KPK untuk mendalami kasus suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT Humpuss Transportasi Kimia dengan tersangka Bowo Sidik Pangarso, yang telah terjerat pada operasi tangkap tangan di Jakarta.

"Dalam pengakuannya Bowo Sidik Pangarso pernah menerangkan bahwa politikus Partai Golkar, Nusron Wahid sebagai orang yang memintanya untuk menyiapkan amplop 'serangan fajar' di Pemilu 2019," ungkap Rifal.

Dimana dalam penjelasan Bowo Sidik Pangarso, Nusron Wahid sebagai pihak yang menyuruhnya menyiapkan 400 ribu amplop 'serangan fajar' hasil korupsi, amplop itu rencananya disebarkan di daerah pemilihan pada Pemilu 2019 agar kembali terpilih ke parlemen.

Namun, Rifal menyayangkan sampai saat ini KPK belum pernah memeriksa Nusron Wahid dan mendalami lebih jauh keterlibatannya dalam kasus ini.

"Belum lagi dugaan korupsi yang terjadi di lembaga penempatan tenaga kerja luar negeri, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, yang menyatakan banyak kasus korupsi dalam penempatan TKI di luar negeri, mulai dari saat pengurusan dokumen di daerah, penempatan hingga pulang kembali ke daerah, banyak terjadi praktik korupsi, yang seharusnya diusut tuntas oleh KPK, karena diduga kuat banyak terjadi rasuah di lembaga yang mengatur TKI termasuk BNP2TKI yang dipimpin oleh Nusron Wahid," paparnya.

Pada aksi tersebut, GERMAK menyampaikan beberapa pernyataan sikap yakni Mendesak KPK untuk segera memeriksa Nusron Wahid dan mendalami keterlibatan Nusron Wahid dalam kasus Bowo Sidik Pangarso, sebab besar keyakinan kami dengan banyaknya amplop berisi uang bowo sidik tidak bekerja sendiri tentu ada yang mengintruksikannya.

Lalu, mendesak KPK untuk menelusuri dugaan korupsi di lembaga yang mengatur TKI termasuk BNP2TKI yang dipimpin oleh Nusron Wahid BNP2TKI sebagaimana yang pernah disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Terakhir mereka, meminta KPK untuk tidak tebang pilih dan kehilangan independensinya dalam penyidikan kasus korupsi, dan segera tangkap siapa pun yang terlibat dalam pusaran kasus korupsi tersebut.

Penulis: Ahyar
Editor:Hengki. L

Baca Juga