Skandal Jual Beli Jabatan

Geruduk KPK, LAKSI Tuntut Menag Copot Nurcholis Setiawan

Jakarta, Akuratnews.com - Ratusan massa pemuda dan aktivis mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor Kemenag RI dan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Unjuk rasa ini adalah aksi yang keempat kalinya yang mereka lakukan terkait dengan kasus yang diduga membelit Sekjen Kemenag, Nurcholis Setiawan dalam dugaan jual beli jabatan.

"Kami akan terus konsiten mengawal kasus korupsi dan kasus suap (diduga.red) dilakukan Nurcholis Setiawan," ujar Kordinator aksi Dedi Siregar dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (10/8/2019).

Dalam tuntutannya, LAKSI meminta Mentri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk mengganti sekjen Kemenag karena diduga bermasalah dan tidak menjalankan aturan semestinya sesuai dengan perundang- udangan ASN.

"Banyak calon pejabat bermasalah secara hukum dan terkena sangsi disipliner tetap masih di paksakan untuk di angkat kembali. Sepak terjang Nurcholis Setiawan di Kemenag dinilai oleh LAKSI sangat berbahaya untuk keberlangsungan proses rekrutmen calon pemimpin di kemenag.," katanya.

Selain itu, menurut Dedi Siregar meminta agar KPK berani menetapkan Nurcholis Setiawan sebagai tersangka dugaan kasus jual beli jabatan dan suap di kemenag. Sekjen juga diduga telah melakukan banyak penyimpangan.

Menurut Dedi, dari info yang beredar, bahwa Rommy diduga menerima suap dari Nurcholis Setiawan senilai 2 milyar dalam bentuk pecahan dollar singapura untuk menjadi Irjen dan Sekjen di Kemenag.

Saat aksi di KPK, menurut Dedi, LAKSI sempat memberikan surat pernyataan sikap ke dalam gedung KPK sebagai laporan pengaduan agar dapat segera di respon. Selain itu mereka medukung langkah KPK untuk menyelesaikan kasus jual beli jabatan di Kemenag sampai tuntas.

Diketahui, pasca penangkapan Romy,  Menteri Agama juga termasuk yang diperiksa oleh KPK dalam skandal busuknya jual beli jabatan ini. Namun dari aksi unjuk rasa LAKSI, kini nama Sekjen Kemenag diduga turut terlibat dalam kasus di Kementerian Agama ini.**

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga