oleh

Go-Jek Ditolak Masuk di Filipina, Ini Alasannya

Jakarta, Akuratnews.com – Rencana Go-Jek Indonesia untuk ‘mengaspal’ di Filipina tersandung regulator transportasi di Filipina. Pihak transportasi Filipina mengatakan, penolakan itu aplikasi itu karena unit domestiknya tidak memenuhi kriteria kepemilikan lokal.

Namun, Go-Jek melalui pendukungnya, Google Alphabet Inc, bisa mengajukan banding atas keputusan atau bekerja sama dengan investor Filipina.

“Go-Jek bisa mendapatkan mitra lokal yang akan memiliki setidaknya 60 persen entitas wahana untuk mematuhi hukum,” kata January Sabale, kepala komunikasi di Badan Transportasi Waralaba dan Regulator (LTFRB) Transportasi Darat dikutip Business Insider.

Keputusan itu muncul ketika Go-Jek berupaya untuk melakukan ekspansi di Asia Tenggara, setelah berevolusi dari layanan naik-naik yang didirikan pada 2011 menjadi menyediakan aplikasi satu atap di mana pengguna dapat memesan makanan dan layanan seperti pijat dan melakukan pembayaran online.

Perusahaan telah mengumpulkan miliaran dolar dari investor seperti Tencent Holdings Ltd, JD.com Inc dan Temasek Holdings (Private) Ltd untuk menantang pasar Grab.

Sejak Maret 2017, beberapa perusahaan perjalanan Filipina telah mulai beroperasi di ibukota Manila dan di provinsi-provinsi besar tetapi telah mengalami keberhasilan yang terbatas dalam merebut pangsa pasar domestik jauh dari Grab yang berbasis di Singapura, yang mencapai lebih dari 90 persen.

“Perusahaan asal tidak membuat lekuk pada Grab pemain awal, karena mobil yang dapat mereka daftarkan sekarang harus melalui rintangan penyaringan LTFRB,” kata Rene Santiago, pakar transportasi dan presiden Bellwether Advisory di Manila.

Go-Jek mengajukan izin untuk beroperasi di Manila pada Agustus melalui anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Velox Technology Philippines Inc. Kemudian pada bulan yang sama, naik ditambahkan ke daftar industri di mana kepemilikan asing dibatasi hingga 40 persen.

“Velox tidak memenuhi persyaratan kewarganegaraan dan aplikasi itu tidak diverifikasi sesuai dengan aturan kami,” kata ketua regulator Martin Delgra kepada Reuters.

Ada sekitar 37.000 kendaraan Go-Jek terdaftar di delapan perusahaan yang terakreditasi, Delgra mengatakan kepada Reuters. Departemen Perhubungan telah membatasi total 65.000. (Red)

Komentar

News Feed