Diduga Ada Pesta Narkoba

GPII Desak Pemprov DKI Jakarta Segel Amaris Hotel, Ada Apa?

Amaris Hotel Jakarta. (foto istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Anang Iskandar mengingatkan kembali bahaya narkoba dan status Indonesia dalam darurat narkoba.

Anang menyebutkan, sekitar 50 orang meninggal setiap hari karena penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang itu.

Data BNN mencatat sekitar 4,2 juta warga Indonesia menggunakan narkoba pada pertengahan 2014.

Sekitar 50 orang meninggal setiap hari karena narkoba dan kerugian ekonomi maupun sosial mencapai Rp 63 triliun per tahun.

"Narkoba merupakan musuh bersama dimana sebagai sebuah bangsa kita harus bersatu memeranginya dengan tindakan tegas serta bersama sama untuk mewujudkan generasi indonesia yang bersih dari narkoba." ujar Dwi S.R, Kordinator lapangan Korps mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dalam keterangan pers yang diterima redaksi Akuratnews.com, Sabtu (31/8/2019).

Menurut Dwi, apalah daya jika sebuah hotel milik pemerintah bernama Amaris Hotel yang patut diduga telah memfasilitasi pesta narkoba, hingga saat ini belum ditindak.

"Untuk itu kami sebagai korps mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia Jakarta Raya melakukan sebuah parlemen jalanan agar suara ini didengar seluruh masyarakat Jakarta, khususnya kepada semua manager dan pemilik hotel yang berada di jakarta raya dan itu merupakan kewajiban kita semua sebagai rakyat indonesia untuk melawan seluruh bentuk ancaman yang menyebabkan terpuruknya generasi bangsa ini." tegas Dwi.

Dugaan adanya pesta narkoba di Amaris Hotel sebagaimana diungkap dalam siaran pers GPII jelaslah tidak main-main.

Oleh karena itulah, menurut Dwi, GPII menuntut pemerintah melakukan penyegelan terhadap Amaris Hotel.

Selengkapnya tuntutan GPII:

1. Mendesak Pemda DKI jakarta segera menyegel Amaris Hotel atau masalah yang terjadi saat ini dan pelanggaran ketertiban umum sesuai dengan peraturan daerah

2. Kami mendesak pihak manager Amaris Hotel segera memberikan klarifikasi soal pesta narkoba yang terjadi beberapa hari lalu.**

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga