GTPPC Depok Akui Sulit Tangani Pandemi Covid-19

Depok, Akuratnews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkesan tenemui jalan buntu menekan lonjakan angka positif Covid-19 yang kian meningkat tiap harinya. GTPPC menilai akan sulit jika tanpa peran serta masyarakat.

Data tim Gugus Tugas Peercepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok mencatat, 21 Agustus 2020 siang, angka konfirmasi positif mencapai 1831 kasus. Meningkat 21 angka sejak Kamis,(20/8/2020).

Ketua Harian GTPPC Kota Depok Sri Utomo mengaku penanganan pandemi Covid-19 akan sulit dilakukan jika tanpa ada peran aktif masyarakat.

"Pemerintah sudah berikan aturan, kebijakan dan bimbingan bahkan SOP masuk kerumah seperti apa, tapi kalau itu tak dilakukan masyarakat, itu pasti akan sulit," ucap Sri Utomo, saat kunjungan di Rutan Cilodong, Senin,(17/8/2020).

Artinya kata Sri, pekerjaan ini tak akan bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja kalau bukan oleh kita semua. Harus diakui  juga di Depok tipologinya luar biasa. Pergerakan orang cepat sekali dan hampir 60 persen warga Depok kerja di Jakarta.

"Kebanyakan ada di perkantoran dan kita tidak bisa intervensi hal itu. Setelah pulang bergabung dengan anak istri dan akhirnya kena di keluarga," katanya.

Pihaknya juga mengaku keseriusan pihak pemkot sudah lakukan sejumlah kebijakan terkait itu seperti, kebijakan PSBB, pemberian santunan dan sebagainya.

Terkait strategi upaya pihak Pemkot menekan laju perkembangan Covid-19, Sri Utomo mengatakan persoalan Covid-19 belum pernah ada yang mengalaminya baik daerah maupun negara lain.

"Sehebat apapun strateginya hanya sebtas mencoba," jelasnya.

Dia menambahkan, Depok harus seiring dengan DKI. Artinya tak bisa jika DKI laksanakan A, lalu Depok, Bekasi atau Bogor justru melaksanakan B.

"Jadi harus ada kebersamaan sehingga ada satu kesatuan antar wilayah tersebut," kata Sri Utomo.

Saat ini, lanjutnya, sedang dicoba mensingkronkanya. Kalau Depok PSBB Propesional, DKI PSBB lanjutan.

Dia juga tak menampik jika di tiap Kelurahan di Depok memang terdapat beberapa yang positif. Karenanya warga diminta untuk lakukan isolasi mandiri.

"Ini yang kita minta kepada mereka untum isolasi mandiri. Dengan isolasi mandiri harapanya dengan keluarga juga harus jujur," tutupnya.

Penulis:

Baca Juga