Gubernur Banten Tetapkan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tsunami Selat Sunda

Situasi disalah satu cottage pasca bencana Tsunami di Anyer, Banten. Senin (24/12). foto: Dany Krisnadhi/ANCphoto

Banten, Akuratnews.com - Gubernur Banten Wahidin Halim menetapkan tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda di Wilayah Provinsi Banten sampai 9 Januari 2019.

Status tersebut dimanfaatkan untuk melakukan penanganan pascabencana di wilayah itu.

Penetapan tersebut ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 366/Kep.350-Huk/2018 tentang Penetapan Status tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda di Wilayah Provinsi Banten.

Keputusan tersebut berdasarkan kepada Keputusan Bupati Pandeglang Nomor 362/Kep.425/2018 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tsunami di Kabupaten Pandeglang dan Keputusan Bupati Serang Nomor 360/Kep.504-Huk/2018 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tsunami di Kabupaten Serang.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan sejumlah wilayah pesisir Barat Provinsi Banten diterjang Tsunami Selat Sunda.

Bencana tersebut menerjang wilayah Kecamatan Anyer dan Cinangka di Kabupaten Serang serta Carita, Labuan, Panimbang, Sukaresmi, Cigeulis, Cibaliung, dan Sumur di Pandeglang.

"Pemerintah Provinsi Banten sudah melaksanakan respon cepat dalam penanganan bencana tersebut. Seluruhnya terkoordinasi dengan baik yang langsung dipimpin oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

Dengan segera mempersiapkan berbagai Posko Bantuan yang tersebar di seluruh area yang terkena bencana," katanya melalui rilis yang diterima redaksi, Jumat (28/12/2018).

Dua jam sejak terjadi bencana Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) langsung menurunkan alat-alat berat untuk menormalisasi berbagai akses jalan yang tertutup, sehingga distribusi dan penyaluran bantuan bisa lebih cepat.

Demikian pula Posko Kesehatan yang ditempatkan di setiap Puskesmas yang dipersiapkan pula obat-obatan dan tim Medis serta dokter dari seluruh Kota/Kabupaten yang ada di Prov Banten.

Begitu pula dalam mempersiapkan berbagai sarana untuk tempat pengungsian dan Dapur Umum.

Sejumlah pihak serentak melakukan penanganan hingga penyediaan listrik yang padam sejak awal bencana telah dapat dipulihkan kembali hingga penyediaan fasilitas dan sarana komunikasi guna memudahkan tim dan warga berkomunikasi.

Wahidin menginstruksikan agar penanganan ini terus dilakukan oleh seluruh instansi dibawahnya hingga pasca bencana selanjutnya.

Selain itu, Warga diminta agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang pantai dan menjauhi minimal radius 1 kilometer dari pantai.

Adapun dia meminta wisatawan untuk sementara waktu tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Gubernur juga menghimbau, warga tidak panik dan tetap tenang. Namun, tetap waspada. (Red)

Penulis:

Baca Juga