Gubsu Edy : Perlu Tindakan Tegas Soal Hog Cholera Babi Di Sumut

Medan, Akuratnews.com - Terkait persoalan wabah virus hog cholera babi, menurut Gubernur, perlu tindakan segera dan keterlibatan semua pihak, agar penyebaran wabah ini tidak semakin meluas. Perlu dilakukan penyuluhan kepada para peternak, vaksinasi ternak, pengawasan lalu lintas ternak hingga penindakan terhadap peternak yang membuang bangkai babi sembarang ke sungai dan bebagai tempat lainnya,

Gubsu Edy Rahmayadi menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat bersama unsur Forkopimda, di ruang kerja Gubernur Lantai 10, Kantor Gubernur Sumut, di Jalan Diponegoro, Nomor 30, Medan, Senin (18/11/2019).

Menurut Edy perlu tindakan tegas terhadap para peternak yang membuang bangkai babi ke sungai.

"Perlu dilakukan untuk memberikan efek jera. Apalagi, hal tersebut telah menimbulkan kerugian dan keresahan di tengah masyarakat. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan perlu berkoordinasi dengan Kementerian terkait dan aparat penegak hukum" ucap Gubsu.

9.421 Ekor Babi Mati di Sumut

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyebutkan sudah 9.421 ekor babi yang mati di Sumut akibat virus hog cholera. Saat ini tim Kementerian Pertanian sudah turun melakukan pengecekan.

"Jumlah yang mati sampai hari ini 9.421 ekor," kata Edy kepada wartawan, Senin (19/11/2019) sore.

Jumlah itu terhitung sejak merebaknya virus itu pada akhir September 2019. Sebarannya berada di 12 kabupaten/kota di Sumut yakni Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, DeliSerdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun dan Pakpak Bharat.

Nantinya, lanjut Edy, tim Kementerian Pertanian akan menentukan, bagaimana penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan pemusnahan ternak.

"Timnya baru turun, datang kemari. Hasilnya akan dibawa. Tapi konsekuensinya ini begini, begitu dia benar menyatakan virus tak bisa diatasi, berarti dimusnahkan semua hewan itu," katanya.

Edy juga mengaku geram dengan para peternak babi yang justru membuang bangkai itu secara sembarangan. Ada yang dibuang ke sungai, hutan dan bahkan di jalanan Kota Medan. Dengan situasi ini, Edy menyatakan pihaknya terpaksa akan bertindak
tegas pakai jalur hukum.

Baca Juga