Gunakan Mobil Dinas Ayahnya, Anak Kepala BPBD Matim Tabrak 2 Pelajar di Borong

Petugas Kepolisian Polres Matim dibantu warga, mengevakuasi Kendaraan roda dua milik pelajar yang terlihat Lakalantas dengan Mobil Dinas BPBD Matim. || Foto: dok. Akuratnews // Yohanes Marto.
Petugas Kepolisian Polres Matim dibantu warga, mengevakuasi Kendaraan roda dua milik pelajar yang terlihat Lakalantas dengan Mobil Dinas BPBD Matim. || Foto: dok. Akuratnews // Yohanes Marto.

AKURATNEWS - Berkendara menggunakan mobil dinas sang ayah, Renata Yulindari S. (22), anak Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur (Matim) menabrak 2 pelajar di kota Borong.

Lakalantas yang terjadi pukul 09:00 WITA itu tepatnya di pertigaan menuju terminal Kembur, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Minggu, 23 Januari 2021.

Kedua pelajar, korban kecelakaan lalulintas (Lakalantas) tersebut diantaranya adalah Falentinus Jehanus (16), pelajar di SMP V Borong. Sedangkan korban lainnya adalah Servasius Atus (20), pelajar SMA Negeri II Borong. Sementara pengendara mobil dinas milik BPBD Matim bernomor polisi EB 927 WV itu merupakan anak dari Kepala BPBD.

Pengendara mobil tersebut ketahui bekerja sebagai pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Matim. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut namun warga sesalkan kelalaian Kepala BPBD yang membiarkan anaknya berkendara menggunakan mobil dinas milik Pemda Matim.

Keterangan Stanis Baru (40), seorang warga Kembur yang menyaksikan peristiwa di TKP, menduga pengendara mobil dinas tersebut sedang berlajar menyetir mobil bersama sang ayah.

"Tadi itu sepertinya anak itu sedang belajar menyetir mobil bersama bapaknya. Belum apa-apa sudah berani berkendara di jalur umum. Bisa mati semua orang. Di dalam mobil dia ada bersama bapaknya," ungkap saksi yang tak lain adalah tetangga rumah Kepala BPBD Matim di Kembur.

"Usai kecelakaan kedua korban dievakuasi menggunakan mobil pribadi Kadis BPBD Matim menuju RSUD Manggarai Timur di Lehong," terangnya saksi, Stanis Baru.

Saat ditemui di kediamannya, tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), anak Kepala BPBD Matim itu mengakui bahwa dirinya belum mengantongi surat ijin mengemudi (SIM). Ia juga mengungkapkan jika dirinya sering mengendarai mobil sang ayah pada hari libur.

"Saya belum memiliki SIM. Sebenarnya bukan baru belajar bawa mobil. Saya sering menggunakan mobil ini tapi itu kalau hari Minggu atau Sabtu," ungkap Renana kepada petugas kepolisian Polres Manggarai Timur, dihadapan wartawan.

Sedangkan saat ditemui di RSUD Lehong, kedua pelajar korban Lakalantas tersebut mengaku tidak menggunakan helm bahkan tanpa satupun surat identitas yang mereka kantongi saat berkendara, "Tadi saat naik motor di jalan, kami tidak pakai helm. Tidak ada KTP dan SIM juga tidak ada," ungkap seorang korban bernama Felentinus.

"Saya tidak tau tadi siapa yang evakuasi karena tidak sadar. Saya mengalami luka robek di pelipis dan benjolan kecil di kepala bagian belakang. Saya merasakan nyeri di kepala," tambahnya.***

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga