Potret Sisi Lain Kerasnya Timur Ibukota

‘Guru Kehidupan’ Ini Bikin Malu Hati Ketua Sahabat Kartini

Bekasi, Akuratnews.com - Sebuah pelajaran hidup didapat Ketua Komunitas Sahabat Kartini, Rani Anggraini Safitri dari para janda lanjut usia yang berprofesi sebagai pemulung.

Selama sekitar satu jam, Rani bersama sejumlah anggota Komunitas Sahabat Kartini termasuk penyanyi senior Nia Daniati bertemu dengan puluhan janda pemulung ini. Walau mereka hidup di tengah keterbatasan, tak terbersit kesusahan dilaku mereka sehari-hari.

"Mereka tidak mau menjual kesedihan untuk mendapat simpati orang lain. Ini sebuah ilmu kehidupan bagi kami untuk membuat terus bersyukur," ujar Rani saat mengunjungi gubuk pemulung yang didiami Mak Eco di Kranggan Kulon, Jatisampurna, Bekasi, Minggu (21/6).

Mak Eco ini misalnya, janda berusia 65 tahun ini terus tak merasa lelah di usia senja menarik gerobak pemulungnya mencari plastik, kardus, kaleng dan botol bekas untuk dijualnya demi menyambung hidup.

Bahkan di tengah kesusahan hidupnya, Mak Eco masih peduli terhadap kawan seperjuangannya sesama janda pemulung.

"Saya mah sering berpikir lebih baik temen-temen yang lain dulu aja yang kebagian kalau ada bantuan. Saya belakangan aja, kalau pun nantinya nggak kebagian ya nggak apa-apa," ujar Mak Eco yang sehari-hari berpenghasilan Rp20 ribu dari hasil memulung.

Hal ini dibenarkan oleh Eddie Karsito, Ketua Yayasan Humaniora yang selama ini menjadi fasilitator janda-janda pemulung ini. Menurutnya, Mak Eco ini selalu mengayomi janda-janda pemulung yang mayoritas penduduk asli di timur Ibukota ini.

"Makan juga seadanya saja, kalau lagi nggak ada lauk ya nasi ama daun pepaya rebus atau tauco aja," ujar Eddie yang sudah hampir 25 tahun bersama para janda pemulung ini.

Kembali pada Rani, ia pun merasa malu saat melihat langsung apa yang diperbuat Mak Eco dan kawan-kawannya dalam mengarungi kerasnya hidup.

"Terima kasih telah menjadi 'guru kehidupan' buat saya hari ini. Ibu-ibu ini membuat air mata saya tak berhenti berlinang dengan laku dan ucapannya. Malu hati saya sebagai seorang manusia kalau masih terus mengeluh," ujar Rani yang terlihat beberapa kali mengusap matanya yang basah saat berdialog bersama puluhan janda tersebut.

Di ujung pertemuannya, Komunitas Sahabat Kartini menyerahkan paket sembako bagi para janda pemulung ini. Sekitar 50 paket kebutuhan pokok, antara berupa, beras, gula, mie instan, minyak goreng, pasta gigi, sabun, biskuit, minuman sehat dan uang tunai dibawa pulang para janda pemulung ini dengan sumringah.

Sebuah kejutan pun menghampiri Mak Eco, gerobak pemulung yang sudah beberapa waktu belakangan ini mulai rusak mendapat perhatian dari Komunitas Sahabat Kartini.

"Tak ada yang lebih baik dari pada makan dan minum atas jerih payah kita sendiri. Semoga (bantuan) yang sedikit ini bisa membantu upaya dan jerih payah mereka," pungkas Rani.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga