Jembatan Penghubung Lintas Tanah Jawa Ambruk Lagi

Gusmiyadi Pertanyakan Hasil Penelitian Tim Gubernur Sumut

Jembatan senilai Rp4 miliar kini seolah tak berbekas lagi lantaran ambruk. (Foto: dok. Akuratnews.com)

Sumatera Utara, Akuratnews.com - Jembatan penghubung lintas tanah jawa (trans Jawa-Sumatera) memiliki peranan penting bagi masyarakat, namun sayangnya, kini kondisinya hancur kembali dan mengakibatkan terputusnya akses dari dan menuju kawasan tersebut.

"Banjir dari kawasan atas jalan mengakibatkan rusaknya jembatan dan beberapa kawasan disekitarnya." terang Gusmiyadi, Anggota DPRD Sumatera Utara dalam keterangan resminya kepada redaksi, Jumat (18/10/2019).

Menurut Gusmiyadi, demikian pentingnya akses ini, hingga Gubernur Sumut pada 2 April yang lalu turun ke lokasi sejak mulai ambruk disapu banjir pada akhir Maret 2019.

Respon cepat Gubernur kala itu, kata Gusmiyadi layak diapresiasi, sebab ketika ambruk pertama kali, Gubernur langsung mengarahkan untuk membuat jembatan sementara dan menjanjikan pembentukan tim untuk mencari sebab musabab banjir yang melanda kawasan tersebut.

Gusmiyadi mengatakan, sebenarnya saat ini jembatan sedang dalam perbaikan. Pemerintah sedang fokus untuk pembenahan brojong/turap/talud disekitaran jembatan.

Menurut dia, Proyek yang dimulai pada bulan juli ini, mestinya merupakan respon dari selesainya proses 'mencari sebab' banjirnya kawasan tersebut.

"Rp4 Miliar uang rakyat digunakan untuk membenahi ini; apa lacur, hujan deras datang lagi, proses perbaikan pun berantakan." kata Gusmiyadi.

Atas dasar itu, Gusmiyadi pun menyampaikan beberapa hal, sebagai berikut:

"Pertama, Penting bagi kita untuk mengetahui hasil kenerja tim yang dibentuk oleh gubernur sesuai janji beliau pada 2 April 2019 yang lalu terkait penyebab terjadinya banjir pada kawasan tersebut. Apakah perbaikan yang dilakukan saat ini sudah sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan; sehingga relevan kita pertanyakan, kenapa hal yang sama masih terulang kembali?" kata Dia.

Kedua; Banjir yang selalu terjadi ini sesungguhnya berdampak luas. Bukan saja sekedar pada jembatan penghubung akses utama Tanah Jawa ini, jauh dari itu banjir serupa selalu berdampak pada desa dibawahnya, sebut saja Nagori Totap Majawa (Blok X) yang hari ini hampir saja merenggut korban jiwa. Sehingga pekerjaan penanganan permasalahan ini tidak boleh dilakukan secara parsial.

"Ketiga; Dengan ini kami mendesak kepada Pemprov Sumut untuk menyelesaikan tantangan ini secara terintegrasi dan menyeluruh, meskipun dilakukan secara bertahap, mengingat pekerjaan ini tentu akan membutuhkan kordinasi dengan Pemkab Simalungun secara intens dalam jangka waktu panjang." katanya.

"Keempat; Kami akan menjalankan amanat konstitusi untuk melakukan pengawasan atas kebijakan Pemprov dalam menyelesaikan persoalan ini." tandas Gusmiyadi.

"Semoga Allah melindungi kita semua." pungkasnya. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga